KONTENSEMARANG.COM – Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah dinilai dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi Kota Semarang. Momentum kedatangan ribuan kafilah dan tamu dari berbagai daerah dinilai perlu dimanfaatkan untuk memperluas pasar pelaku UMKM, kuliner, hingga sektor pariwisata.
Komisi B DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota Semarang bersama penyelenggara kegiatan agar tidak hanya fokus pada kelancaran pelaksanaan MTQ.
Kehadiran peserta dan tamu dari berbagai provinsi juga diharapkan dapat diarahkan untuk mengenalkan sekaligus menggerakkan potensi ekonomi lokal.
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Widodo mengatakan jumlah tamu yang besar selama penyelenggaraan MTQ seharusnya dapat memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha di Kota Semarang.
Menurutnya, berbagai potensi lokal perlu diperkenalkan kepada para kafilah dan tamu selama berada di kota tersebut.
“Ribuan kafilah dan tamu yang datang dari berbagai provinsi ini adalah kesempatan yang sangat besar. Jangan sampai mereka hanya datang untuk berlomba lalu pulang. Kita harus memperkenalkan keunggulan Kota Semarang, mulai dari destinasi wisata, pusat kuliner legendaris, hingga beragam produk unggulan UMKM kita,” kata Joko, Kamis, 10 September 2026.
Joko meminta perangkat daerah terkait menjalin koordinasi dengan panitia pusat maupun event organizer untuk memasukkan promosi potensi lokal dalam rangkaian kegiatan MTQ.
Salah satu bentuknya dapat dilakukan dengan menghadirkan ruang promosi bagi UMKM binaan Pemkot Semarang di sekitar venue utama.
Keberadaan booth UMKM tersebut dinilai dapat memberikan akses lebih mudah bagi kafilah dan ofisial untuk mencari oleh-oleh khas Semarang maupun mencicipi berbagai makanan lokal di sela agenda perlombaan.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Event nasional seperti ini merupakan sarana promosi gratis yang sangat efektif jika dikemas dengan baik. Potensi kuliner dan kerajinan warga Semarang bisa langsung menjangkau pasar nasional,” tuturnya.