Meski mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, Komisi B DPRD Kota Semarang mengingatkan agar geliat perdagangan di ruang publik tetap memperhatikan aspek kebersihan, kerapian, dan ketertiban.
Hal tersebut terutama perlu diperhatikan di kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan, termasuk Simpang Lima.
Joko meminta penataan pedagang, khususnya PKL, tetap berjalan seiring dengan pengelolaan kawasan relokasi agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
“Penataan pedagang harus berjalan beriringan dengan kebersihan kawasan relokasinya. Kita ingin para tamu yang berbelanja atau berwisata kuliner merasa nyaman, sehingga memberikan penilaian yang baik untuk perwajahan Kota Semarang,” ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan MTQ Nasional tidak hanya menghasilkan kesuksesan dari sisi perlombaan dan acara, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
Promosi potensi lokal selama event berlangsung diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha Semarang.
“Harapan kita, MTQ Nasional ini tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi, tetapi juga benar-benar memberikan dampak positif bagi citra dan peningkatan perekonomian Kota Semarang,” pungkasnya. (*)