Konten Semarang
Parlemen

DPRD Semarang Ajak Warga Budayakan Urban Farming dan Jaga Lahan Sawah Produktif

DPRD Semarang mendorong urban farming menjadi budaya warga sekaligus menjaga 1.600 hektare sawah lestari demi ketahanan pangan keluarga.

DPRD Semarang Ajak Warga Budayakan Urban Farming dan Jaga Lahan Sawah Produktif
DPRD Semarang Ajak Warga Budayakan Urban Farming dan Jaga Lahan Sawah Produktif

Lahan yang mampu menghasilkan panen dinilai harus dipertahankan agar tidak terbengkalai ataupun dialihfungsikan untuk kepentingan lain.

Pilus menjelaskan, keberadaan lahan pertanian di kawasan pesisir Semarang menghadapi tantangan cukup berat, terutama akibat banjir rob yang berdampak terhadap aktivitas pertanian.

Sejumlah wilayah seperti Mangkang Wetan, Mangkang Kulon, dan Mangunharjo menjadi kawasan yang turut merasakan persoalan tersebut.

Salah satu kendala yang dihadapi petani adalah belum optimalnya sistem pengairan sawah. Kondisi semakin sulit ketika air laut pasang dan masuk ke area persawahan sehingga dapat mengganggu produktivitas tanaman.

DPRD, lanjut Pilus, telah menyampaikan dorongan perbaikan melalui pokok-pokok pikiran dewan. Namun, penyelesaian persoalan tersebut memerlukan koordinasi dan penanganan bersama, khususnya dengan Dinas Pertanian serta instansi pemerintah terkait.

“Kami mendorong lahan produktif bisa dimanfaatkan oleh petani menghasilkan panen optimal, tidak tergiur untuk menjual. Kita pertahankan jangan beralih fungsi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti adanya aktivitas pengurukan sejumlah lahan tambak di Mangunharjo yang direncanakan untuk pengembangan kawasan industri. Kendati demikian, DPRD berharap keberadaan lahan persawahan di kawasan tersebut tetap dijaga.

Saat ini, sumber pengairan sawah di wilayah itu masih beragam. Sebagian petani mengandalkan air hujan, sedangkan lainnya mendapatkan pasokan air dari Sungai Bringin dan Sungai Plumbon.

Urban Farming Semarang Berkembang Sejak 2015

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Sotiah, menyampaikan bahwa pengembangan urban farming di Kota Semarang sudah dimulai sejak 2015. Seiring berjalannya waktu, program tersebut terus berkembang dengan melibatkan semakin banyak kelompok dan unsur masyarakat.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 5

Artikel Selanjutnya

DPRD Semarang Belum Terima Aduan Warga soal Rencana Reklamasi 200 Hektare di Tugu
Parlemen • 02 November 2026

DPRD Semarang Belum Terima Aduan Warga soal Rencana Reklamasi 200 Hektare di Tugu

Rekomendasi Redaksi