Pemkot Semarang Gelar Apel Integritas, ASN Diminta Tinggalkan 'Grey Area'

Wali Kota Semarang Agustina tegaskan ASN siap bekerja cepat, bersih, dan berdampak nyata sejak awal 2026.

Pemkot Semarang Gelar Apel Integritas, ASN Diminta Tinggalkan 'Grey Area'
Wali Kota Semarang Agustina tegaskan ASN siap bekerja cepat, bersih, dan berdampak nyata sejak awal 2026.

KONTENSEMARANG.COM  Pemerintah Kota Semarang memulai tahun kerja 2026 dengan langkah tegas melalui Apel Komitmen Integritas Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan, Jumat (2/1), di Halaman Balai Kota. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menekankan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bekerja cepat, bersih, dan berdampak nyata bagi masyarakat

“Hari ini adalah titik mulai tahun kerja 2026. Kita sepakat untuk bekerja cepat, bekerja yang memberi dampak bagi masyarakat, dan bekerja lurus,” ujar Agustina. 

Suasana apel terasa berbeda dengan seragam hitam-putih yang dikenakan ASN. Menurut Agustina, warna tersebut menjadi simbol keberpihakan kepada rakyat sekaligus ketegasan sikap dalam mengelola amanah.

Busana hitam putih yang dikenakan hari ini adalah penegasan sikap bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan anggaran, kita memilih jalan putih yaitu jalan yang bersih dan jujur. Kita menjauhi hitam dengan setiap bentuk penyimpangan, serta tidak memberi ruang bagi grey area atau area abu-abu, area kebimbangan dalam integritas,” tegasnya

Apel ini juga diikuti oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program. Penandatanganan pakta integritas disebut Agustina sebagai kontrak moral sekaligus kontrak kinerja.

Pakta integritas yang pagi ini kita baca bersama adalah kontrak moral sekaligus kontrak kinerja. Kontrak antara ASN dengan negara, dengan masyarakat, dan dengan hati nurani masing-masing. Bapak-Ibu semua adalah aktor utama apakah APBD menjadi solusi atau justru hanya berhenti sebagai laporan administratif semata,” katanya

Agustina juga menyinggung postur APBD Kota Semarang tahun 2026 yang mencapai hampir Rp5,9 triliun. Meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) tumbuh 12 persen pada tahun sebelumnya, penurunan dana transfer pusat menuntut ASN bekerja lebih cermat dan efisien.

“Saya ingin menegaskan, Januari bukan bulan pemanasan, tetapi bulan memulai eksekusi anggaran. Tidak ada lagi ruang untuk sekadar mengejar serapan atau sekadar rapi di atas kertas. Yang kita kejar yakni kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dengan akuntabilitas yang kuat,” imbuhnya

Wali Kota juga mengapresiasi komitmen ASN yang hadir penuh sejak hari pertama kerja. Ia berharap ASN Semarang menjadi teladan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan bebas dari KKN.

“Kami memulai tahun baru dengan semangat baru: memperbaiki yang kurang, meningkatkan yang masih rata-rata, dan menjaga prestasi yang sudah baik. Kami mohon doa warga Kota Semarang. Semoga ASN di seluruh tingkatan dapat menjadi teladan dan menghadirkan kerja nyata sejak awal tahun,” ungkapnya

Menutup apel, Agustina mengajak seluruh jajaran untuk meninggalkan jejak pengabdian yang membanggakan.

“Mari kita buktikan bahwa Pemkot Semarang mampu bekerja bersih dan bermartabat. Masyarakat tidak menunggu laporan kita, yang mereka tunggu adalah hasil nyata kerja kita sejak hari pertama,” pungkasnya