PMI Kota Semarang Bekali Relawan dengan Pelatihan Pertolongan Pertama dan Simulasi Kebencanaan

PMI Kota Semarang Bekali Relawan dengan Pelatihan Pertolongan Pertama dan Simulasi Kebencanaan
PMI Kota Semarang Bekali Relawan dengan Pelatihan Pertolongan Pertama dan Simulasi Kebencanaan

KONTENSEMARANG.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi anggota Tenaga Sukarela (TSR) melalui agenda **Pelatihan Pertolongan Pertama** yang berlangsung di Politeknik Bina Trada dan kawasan Tinjomoyo, Semarang, pada Sabtu–Minggu, 23–24 Mei 2026.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 27 peserta yang terdiri atas 22 relawan PMI dan 5 relawan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Semarang.

Kegiatan turut dihadiri Pengurus PMI Kota Semarang Bidang Relawan dan Kebencanaan Wiwit Trijanto SH MH, Koordinator TSR Rahmat Hidayat, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua panitia, Sri Djatmiko, menjelaskan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kapasitas relawan melalui pemahaman dan keterampilan dasar pertolongan pertama.

“Relawan PMI harus memiliki kompetensi terutama pertolongan pertama agar penugasan di lapangan seorang relawan bisa memberikan pertolongan yang benar dan sesuai dengan prosedur,” ungkap Sri Djatmiko.

Sementara itu, Pengurus PMI Kota Semarang Bidang Relawan dan Kebencanaan Wiwit Trijanto SH MH menjelaskan materi yang diberikan selama pelatihan berlangsung.

“Pelatihan ini digelar selama dua hari yaitu hari pertama para peserta akan mendapatkan matri tentang pengantar pertolongan pertama, anatomi, penilaian, bantuan hidup dasar, pengangan cidera, evakuasi, dan teori K9,” ungkap Wiwit Trijanto SH MH.

Ia menambahkan, pada hari kedua peserta akan mengikuti simulasi lapangan di kawasan Tinjomoyo dengan melibatkan anjing pelacak sebagai bagian dari pembelajaran pencarian korban.

“Selain itu para peserta akan mengikuti simulasi pada hari kedua di Tinjomoyo dan melibatkan anjing pelacak guna membrikan bekal pengetahuan kepada relawan dalam pencarian korban,” tambahnya.

Menurut Wiwit, pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan relawan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat Kota Semarang saat terjadi bencana.

Sebagai organisasi kemanusiaan yang bertumpu pada peran relawan, PMI menilai peningkatan kapasitas melalui pelatihan yang relevan menjadi langkah penting agar relawan dapat menjalankan tugas secara optimal di lapangan. (*)