Pemkot Semarang Salurkan Bantuan untuk Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung
KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat membantu warga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung di RT 07 RW 12, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Rabu (25/2).
Agustina Wilujeng Pramestuti meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan.
Kerusakan terjadi setelah hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang melanda wilayah Semarang Barat pada sore hingga malam hari.
Akibatnya, sejumlah atap rumah terlepas dan beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan hingga roboh.
Dalam peninjauan tersebut, Agustina menyampaikan bahwa laporan dari warga dan aparatur wilayah segera ditindaklanjuti.
“Kami menerima laporan adanya rumah warga di Gisikdrono yang terdampak angin kencang disertai hujan deras. Malam itu juga jajaran kecamatan, kelurahan, BPBD, serta dinas terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal,” ujarnya.
Data sementara mencatat kerusakan berupa atap rumah terlepas serta kerusakan struktur ringan hingga sedang yang membutuhkan perbaikan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pemkot Semarang telah melakukan pendataan, menyalurkan bantuan logistik darurat, serta mendistribusikan terpal untuk melindungi bagian rumah yang rusak dari potensi hujan susulan.
“Kami pastikan warga yang terdampak akan mendapat bantuan sesuai ketentuan. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah,” tegas Agustina.
Ia juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta memastikan kondisi atap rumah aman, memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, serta segera melapor kepada perangkat wilayah jika menemukan potensi bahaya.
“Kita tidak bisa menghindari cuaca ekstrem, tetapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci,” pungkasnya.
Pemkot Semarang menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan warga serta memperkuat ketahanan kota menghadapi risiko bencana hidrometeorologi. (*)
redaksi