Pesantren Obah Diharapkan Lahirkan Santri Berdaya Saing
Pengembangan program beasiswa melalui Pesantren Obah menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap peningkatan kualitas pendidikan pesantren.
Ahmad Luthfi berharap para santri memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan yang tidak terbatas pada bidang keagamaan.
Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan berbagai keterampilan lainnya juga menjadi perhatian dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman.
Kesempatan yang diperoleh Khafidz untuk mempelajari Computer Science and Technology di China serta Aisyi yang menempuh pendidikan kedokteran di Mesir menjadi contoh perjalanan pendidikan santri di bidang yang berbeda.
Keduanya memperoleh manfaat dari program beasiswa yang membantu mengurangi beban biaya pendidikan keluarga.
Di sisi lain, pengalaman pendidikan di luar negeri juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemandirian dan memperluas wawasan.
Melalui dukungan pendidikan tersebut, para santri diharapkan dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Dengan potensi 5.400 pondok pesantren dan sekitar 555 ribu santri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan pendidikan yang menghubungkan kemampuan keagamaan dengan ilmu pengetahuan serta keterampilan lainnya.
Program beasiswa dengan anggaran Rp6,8 miliar pada 2026 menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah bagi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
Melalui kesempatan pendidikan di dalam maupun luar negeri, santri Jawa Tengah diharapkan mampu mengembangkan kapasitas diri, memiliki kepedulian sosial, serta berperan dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat pada masa mendatang. (*)