Konten Semarang
Pendidikan

Pesantren Obah Antarkan Santri Jateng Kuliah di Luar Negeri

Program Pesantren Obah Pemprov Jateng mengantar santri kuliah ke China dan Mesir. Tahun 2026, total anggaran beasiswa mencapai Rp6,8 miliar.

Program Pesantren Obah Pemprov Jateng mengantar santri kuliah ke China dan Mesir. Tahun 2026, total anggaran beasiswa mencapai Rp6,8 miliar.
Program Pesantren Obah Pemprov Jateng mengantar santri kuliah ke China dan Mesir. Tahun 2026, total anggaran beasiswa mencapai Rp6,8 miliar.
Foto: Humas Prov Jateng

Menurut ayahnya, kemampuan menguasai bahasa tersebut dapat membuka kesempatan yang lebih luas untuk pendidikan, pengembangan karier, maupun masa depan.

Saran itu kemudian menjadi motivasi bagi Khafidz untuk mulai mempelajari bahasa Mandarin secara mandiri.

Ia berusaha mengenal sistem penulisan, membaca karakter Mandarin, memahami nada pengucapan, hingga menghafalkan berbagai kosakata.

Namun, proses belajar tersebut tidak selalu mudah.

Sebagai santri yang tinggal di lingkungan pesantren, Khafidz harus mengikuti ketentuan penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari.

Di sisi lain, ia tidak memiliki guru khusus yang mendampinginya mempelajari bahasa Mandarin.

Keterbatasan akses penggunaan gawai juga menjadi tantangan tersendiri dalam mencari bahan pembelajaran.

Meski demikian, keinginannya menguasai bahasa tersebut tidak surut.

Khafidz kemudian menemukan teman yang memiliki ketertarikan serupa terhadap bahasa Mandarin.

Keduanya mulai belajar bersama, saling membantu memahami materi, sekaligus menjaga semangat untuk terus meningkatkan kemampuan.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 10

Artikel Selanjutnya

Polines Edukasi Siswa SMAN 3 Salatiga tentang Risiko Investasi di Era Digital
Pendidikan • 16 Oktober 2026

Polines Edukasi Siswa SMAN 3 Salatiga tentang Risiko Investasi di Era Digital

Rekomendasi Redaksi