Terapi tersebut menjadi salah satu langkah untuk mencegah penularan TB, terutama pada orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.
Menurut Sumarno, penemuan kasus yang tidak dibarengi penanganan kontak erat secara optimal berpotensi menyebabkan kasus tuberkulosis terus ditemukan pada tahun-tahun berikutnya.
Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilaksanakan bersamaan dengan pemeriksaan dan pengobatan terhadap pasien yang telah terdiagnosis.
Ia berharap seluruh tahapan penanganan tersebut dapat saling mendukung sehingga upaya pengendalian TB berjalan lebih efektif.
Selain penguatan program penanggulangan penyakit, Sumarno turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan di Jawa Tengah.
Dukungan tersebut antara lain berkaitan dengan penguatan sarana dan prasarana puskesmas serta rumah sakit.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penguatan sarana pelayanan juga diperlukan untuk menunjang kegiatan penemuan kasus, pemeriksaan, dan pengobatan tuberkulosis di daerah.
Layanan ACF TB Diintegrasikan dengan CKG dan Speling
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong keterpaduan pelayanan kesehatan melalui pelaksanaan program ACF TB terintegrasi CKG dan Speling di Demak serta wilayah lainnya.
Melalui pendekatan tersebut, kegiatan penemuan aktif kasus tuberkulosis dilaksanakan dengan menghubungkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pelayanan dokter spesialis keliling.