"Kami mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk bersama-sama menjaga dan merawat agar apa yang nanti dibangun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," katanya.
Pesan tersebut disampaikan berkaitan dengan berbagai pekerjaan fisik yang direncanakan dalam program Bakti TNI AD di Banyumas dan Kebumen.
Pembangunan jalan rabat beton, jembatan, sumur bor, serta fasilitas umum lainnya diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dengan adanya keterlibatan pemerintah desa dan warga dalam menjaga fasilitas, hasil pembangunan diharapkan tetap memberikan manfaat setelah program selesai dilaksanakan.
Bakti TNI AD Diharapkan Memberikan Manfaat Jangka Panjang
Penyelenggaraan Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
Selama 60 hari, program tersebut mencakup sejumlah pekerjaan fisik berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang 2.255 meter, pembangunan 22 titik jembatan, dan penyediaan 80 titik sumur bor.
Selain itu, kegiatan juga meliputi rehabilitasi 150 rumah tidak layak huni, pembangunan fasilitas sanitasi, revitalisasi sekolah dan tempat ibadah, serta pelayanan kesehatan dan bantuan sosial.
Gubernur Ahmad Luthfi berharap berbagai kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Banyumas dan Kebumen.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan memerlukan tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.
Melalui semangat pemerintahan kolaboratif dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.