Konten Semarang
Regional

Ahmad Luthfi Buka Bakti TNI AD 2026, Ini Programnya

Bakti TNI AD 2026 di Banyumas dan Kebumen digelar 60 hari. Program meliputi jalan beton 2.255 meter, 22 jembatan dan rehabilitasi 150 rumah.

Bakti TNI AD 2026 di Banyumas dan Kebumen digelar 60 hari. Program meliputi jalan beton 2.255 meter, 22 jembatan dan rehabilitasi 150 rumah.
Bakti TNI AD 2026 di Banyumas dan Kebumen digelar 60 hari. Program meliputi jalan beton 2.255 meter, 22 jembatan dan rehabilitasi 150 rumah.

KONTENSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi membuka kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 yang diselenggarakan Kodam IV/Diponegoro di Kabupaten Banyumas dan Kebumen. Program yang berlangsung selama 60 hari tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga berbagai pelayanan sosial bagi masyarakat.

Pembukaan kegiatan dipimpin Ahmad Luthfi dalam upacara yang berlangsung di Alun-alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/10/2026). Dalam kesempatan itu, gubernur menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurut Luthfi, pelaksanaan Bakti TNI AD untuk Rakyat menjadi salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan pembangunan daerah.

Program tersebut juga mencerminkan semangat gotong royong yang melibatkan berbagai unsur untuk mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Luthfi menilai, pendekatan tersebut sejalan dengan konsep pemerintahan kolaboratif atau collaborative government yang terus didorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Saya sangat mengapresiasi karena ini bentuk collaborative goverment dari pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam bahu-membahu menyejahterakan masyarakat," katanya.

Baca Juga
Jawa Tengah Raih Peringkat 2 Wisata Ramah Muslim Nasional
Peristiwa • 17 Oktober 2026

Bakti TNI AD 2026 Berlangsung Selama 60 Hari

Kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 di Banyumas dan Kebumen dijadwalkan berlangsung selama 60 hari dengan sejumlah program pembangunan fisik maupun kegiatan sosial.

Berbagai pekerjaan infrastruktur menjadi bagian dari program yang dilaksanakan Kodam IV/Diponegoro tersebut.

Salah satu kegiatan utamanya adalah pembangunan jalan rabat beton dengan total panjang mencapai 2.255 meter.

Baca Juga
Pemprov Jateng Himpun 609 Riset, Jadi Dasar Pembangunan
Olahraga • 16 Oktober 2026

Selain pembangunan jalan, program Bakti TNI AD juga mencakup pembangunan jembatan di 22 titik yang berada dalam wilayah pelaksanaan kegiatan.

Pembangunan kedua jenis infrastruktur tersebut menjadi bagian dari rangkaian pekerjaan fisik yang dilaksanakan selama program berlangsung.

Tidak hanya berfokus pada jalan dan jembatan, kegiatan ini juga mencakup penyediaan sarana air melalui pembangunan sumur bor.

Sebanyak 80 titik sumur bor masuk dalam program pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Banyumas dan Kebumen.

Berbagai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembangunan fasilitas yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.

Sebanyak 150 Rumah Tidak Layak Huni Direhabilitasi

Selain pembangunan jalan, jembatan, dan sumur bor, Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 juga memberikan perhatian terhadap kondisi hunian masyarakat.

Dalam program tersebut, sebanyak 150 rumah tidak layak huni direncanakan mendapatkan rehabilitasi.

Perbaikan rumah menjadi salah satu kegiatan fisik yang dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan berbagai fasilitas umum.

Program rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bakti TNI AD yang diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Di samping perbaikan hunian, Kodam IV/Diponegoro juga melaksanakan sejumlah kegiatan pembangunan dan pembenahan fasilitas lainnya.

Program tersebut meliputi pembangunan fasilitas sanitasi, revitalisasi sekolah, serta perbaikan tempat ibadah.

Seluruh kegiatan fisik tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Bakti TNI AD untuk Rakyat yang diselenggarakan di dua kabupaten di Jawa Tengah.

Pelayanan Kesehatan dan Bantuan Sosial Turut Dilaksanakan

Pelaksanaan Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur.

Kegiatan tersebut juga mencakup pelayanan kepada masyarakat melalui sejumlah program nonfisik.

Di antaranya berupa pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan sosial yang menjadi bagian dari rangkaian program selama 60 hari.

Melalui kegiatan tersebut, pelaksanaan Bakti TNI AD mencakup berbagai kebutuhan masyarakat, baik yang berkaitan dengan fasilitas umum maupun pelayanan sosial.

Program fisik dan nonfisik dijalankan sebagai bagian dari kegiatan yang melibatkan TNI bersama pemerintah serta berbagai unsur masyarakat.

Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, keterlibatan berbagai pihak tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama dalam menjalankan pembangunan daerah.

Luthfi menekankan bahwa pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan dukungan bersama, bukan hanya dari satu unsur pemerintahan.

Karena itu, ia memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang melibatkan Kodam IV/Diponegoro dan berbagai pihak terkait.

Ahmad Luthfi Tekankan Semangat Pemerintahan Kolaboratif

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi mengaitkan pelaksanaan Bakti TNI AD dengan konsep pemerintahan kolaboratif yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, keterlibatan TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam kegiatan pembangunan merupakan bentuk kerja bersama untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Semangat tersebut terlihat dalam berbagai program yang disiapkan melalui Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026.

Mulai dari pembangunan jalan, jembatan, penyediaan sumur bor, hingga rehabilitasi rumah masyarakat, seluruhnya menjadi bagian dari kegiatan yang dilaksanakan melalui kerja sama berbagai unsur.

Luthfi memandang kolaborasi sebagai salah satu pendekatan penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan.

Karena itu, pelaksanaan program pembangunan infrastruktur Kodam IV Diponegoro mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ia berharap semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat dan gotong royong dapat terus terjaga dalam pelaksanaan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat Diminta Menjaga Hasil Pembangunan

Selain mengapresiasi penyelenggaraan Bakti TNI AD, Ahmad Luthfi juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang akan menerima manfaat dari program tersebut.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat seluruh fasilitas yang dibangun selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu diikuti dengan tanggung jawab bersama agar fasilitas yang telah tersedia dapat digunakan dalam jangka panjang.

Karena itu, Luthfi mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk ikut berperan dalam pemeliharaan hasil pembangunan.

"Kami mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk bersama-sama menjaga dan merawat agar apa yang nanti dibangun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang," katanya.

Pesan tersebut disampaikan berkaitan dengan berbagai pekerjaan fisik yang direncanakan dalam program Bakti TNI AD di Banyumas dan Kebumen.

Pembangunan jalan rabat beton, jembatan, sumur bor, serta fasilitas umum lainnya diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dengan adanya keterlibatan pemerintah desa dan warga dalam menjaga fasilitas, hasil pembangunan diharapkan tetap memberikan manfaat setelah program selesai dilaksanakan.

Bakti TNI AD Diharapkan Memberikan Manfaat Jangka Panjang

Penyelenggaraan Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

Selama 60 hari, program tersebut mencakup sejumlah pekerjaan fisik berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang 2.255 meter, pembangunan 22 titik jembatan, dan penyediaan 80 titik sumur bor.

Selain itu, kegiatan juga meliputi rehabilitasi 150 rumah tidak layak huni, pembangunan fasilitas sanitasi, revitalisasi sekolah dan tempat ibadah, serta pelayanan kesehatan dan bantuan sosial.

Gubernur Ahmad Luthfi berharap berbagai kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Banyumas dan Kebumen.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan memerlukan tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.

Melalui semangat pemerintahan kolaboratif dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dalam merawat hasil pekerjaan menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Jateng Masuk 10 Kandidat Jamsostek Award 2026, Ini Programnya
Regional • 16 Oktober 2026

Jateng Masuk 10 Kandidat Jamsostek Award 2026, Ini Programnya

Rekomendasi Redaksi