“Ini selaras dengan pemerintah pusat yaitu cek kesehatan gratis. Lalu kita kuatkan dengan spesialisnya,” ujarnya.
Capaian Jawa Tengah raih terbaik 3 PPD 2026 tersebut diperoleh melalui proses penilaian yang tidak hanya berfokus pada dokumen perencanaan.
Kepala Bappeda Jawa Tengah Yusmanto menjelaskan, penilaian PPD mencakup seluruh rangkaian pembangunan, mulai dari penyusunan dokumen, pencapaian pembangunan, pelaksanaan program, hingga inovasi yang dilakukan pemerintah daerah.
“Ini adalah bentuk penghargaan yang mulai dari proses perencanaan, penyusunan dokumen, pencapaian pembangunan dan eksekusi ataupun terkait dengan inovasi daerah,” kata Yusmanto.
Menurut Yusmanto, proses penilaian berlangsung cukup panjang. Tahapan dimulai sejak Februari melalui pengunggahan dokumen dan berlanjut hingga proses penilaian pada Agustus.
Pada tahun ini, tahapan penilaian juga bertambah menjadi tiga tahap.
Dalam dua tahapan terakhir, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin langsung tim Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang disampaikan tim penilai.
Yusmanto mengatakan, hasil tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya dituangkan dalam perencanaan yang baik di atas dokumen.
Menurut dia, suatu perencanaan harus dapat diterjemahkan menjadi pelaksanaan pembangunan yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang penting ke masyarakat,” tegasnya.