KONTENSEMARANG.COM – Tim Walisongo PRC dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Walisongo Semarang berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam Communication Scenario Competition pada ajang Communication Festival (Commfest) 2026.
Prestasi tersebut diumumkan dalam babak final yang digelar di Soegijapranata Catholic University, Jumat (18/9/2026). Tim Walisongo PRC yang beranggotakan Ahmad Abiyyah Izdihar sebagai ketua, Berliana Ramadhani, dan Galih Putri Milan Nesty berhasil mengungguli empat tim finalis lainnya.
Sejumlah perguruan tinggi ternama turut menjadi pesaing dalam kompetisi tersebut, di antaranya Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Dalam kompetisi itu, tim Walisongo PRC mengangkat tema "Freedom of Speech and Expression in Human Rights Action". Dari tema tersebut, mereka mengembangkan konsep kampanye komunikasi bertajuk "Ruang Peduli Ciptakan Ruang Aman, Mulai dari Peduli".
Konsep tersebut diarahkan sebagai upaya preventif untuk menangani kekerasan seksual yang menyasar pelajar SMA atau sederajat di Kota Semarang. Kampanye Ruang Peduli dibangun melalui tiga nilai utama, yakni PEKA (Peka), DUKUNG (Dukung), dan LINDUNGI (Lindungi).
Gagasan kampanye itu berangkat dari persoalan kekerasan seksual yang masih terjadi di lingkungan pendidikan. Data SIMFONI PPA 2025 mencatat jumlah korban kekerasan seksual pada jenjang SLTA mencapai 11.016 orang.
Sementara itu, FSGI pada 2026 mencatat kekerasan seksual mencakup 78 persen dari keseluruhan kasus kekerasan yang terjadi di sekolah.
Untuk memperkuat kampanye, tim menghadirkan sejumlah program, seperti 100 Agen Peduli yang melibatkan lima siswa dari masing-masing 20 sekolah di Kota Semarang sebagai wadah edukasi partisipatif.
Selain itu, terdapat PEDULI Card yang dirancang sebagai kartu akses informasi cepat berisi hotline bantuan, modul edukasi, serta formulir pengaduan.
Program lainnya yakni Peduli Voice dan Peduli Space. Keduanya menjadi sarana bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus ruang untuk mengaktivasi pesan kampanye kepada masyarakat.
"Kemenangan ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi bukti dari proses, kerja keras, dan kekompakan tim. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus membawa nama baik KPI UIN Walisongo," ujar Abiyyah.
Keberhasilan tersebut menjadi langkah awal bagi tim Walisongo PRC untuk melanjutkan pengembangan konsep Ruang Peduli agar dapat diterapkan secara lebih nyata di luar kompetisi. (*)