Forum tersebut bertugas memberikan masukan dan evaluasi program, berkonsultasi dengan pesantren, menyampaikan rekomendasi kepada perangkat daerah, serta membantu mediasi dan advokasi bagi pesantren.
Melalui forum ini, Pemkot Semarang berharap pengembangan pesantren dapat berjalan lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
Pada peringatan Hari Santri Nasional 2026, Agustina juga memberikan penghargaan berupa perjalanan umrah kepada dua santriwati berprestasi, yakni Nasywa Jamilah dan Nurlita Nasucha.
Nasywa merupakan santriwati Pondok Pesantren KH Sholeh Darat, Podorejo, Ngaliyan, Kota Semarang. Ia meraih peringkat terbaik pertama di Madrasah Aliyah Kejuruan Multimedia dan merupakan penghafal 30 juz Al-Qur’an.
Sementara itu, Nurlita Nasucha meraih juara II Porseni Jawa Tengah di Banyumas serta juara I dalam kejuaraan nasional yang diselenggarakan di UDINUS.
Penghargaan tersebut diharapkan memotivasi santri lainnya untuk terus berprestasi dalam bidang pendidikan, keagamaan, maupun olahraga.
Selain memperkuat pesantren dan mengapresiasi santri berprestasi, Pemkot Semarang memperluas dukungan bagi penggerak keagamaan melalui pemberian bisyaroh, termasuk kepada guru agama dan marbot.
Jumlah penerima bantuan meningkat dari 6.572 orang pada 2025 menjadi 9.992 orang pada 2026. Peningkatan ini memperluas dukungan bagi mereka yang berperan dalam pendidikan generasi muda, pembinaan keagamaan masyarakat, serta kegiatan ibadah.
Melalui penguatan kelembagaan pesantren, penghargaan bagi santri berprestasi, dan peningkatan dukungan kepada penggerak keagamaan, Pemkot Semarang berharap pesantren semakin berkembang.
Agustina juga berharap pesantren mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. (*)