"Adik-adik, teruslah membaca, belajar, dan mengasah kemampuan. Jadikan ilmu dan nilai Al-Qur'an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Salah satu penerima penghargaan, Aulia Ainis Lisa (22), mengaku menyambut positif apresiasi yang diberikan Pemkot Semarang. Peraih Juara II Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) itu menyebut dukungan tersebut menjadi bentuk penghargaan yang berarti bagi para kafilah.
"Alhamdulillah saya sangat senang, begitu pun teman-teman, karena ini merupakan bentuk apresiasi terbesar yang pernah kami dapatkan dari Kota Semarang. Bagi kami, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan tempat memperkuat ukhuwah, bertukar ilmu, dan menambah kecintaan kepada Al-Qur'an," tutur Aulia.
Selain menyoroti prestasi para kafilah, Agustina juga menyampaikan evaluasi positif terhadap pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar, sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.
"Kita dapat apresiasi dari Pak Menteri Agama karena tidak ada insiden berarti, panitia tingkat kota, provinsi, maupun nasional bisa bekerja sama dengan baik. Yang paling membanggakan adalah terbangunnya *sense of belonging* bahwa MTQ menjadi ruang merepresentasikan Kota Semarang sebagai kota sejahtera yang terbuka dan melayani semua kafilah dengan baik," pungkas Agustina. (*)