Taj Yasin Dorong Percepatan Pembangunan Dermaga Apung untuk Nelayan Bonang Demak
KONTENSEMARANG.COM – Banjir rob yang kerap merendam kampung nelayan di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, menjadi perhatian Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Untuk melihat langsung kondisi tersebut, Taj Yasin turun ke lokasi dan meninjau kehidupan nelayan di kawasan pesisir itu pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kehadiran pria yang akrab disapa Gus Yasin tersebut memberi harapan baru bagi warga pesisir yang selama ini harus bertahan menghadapi genangan rob yang berulang kali melanda permukiman mereka.
Setelah melihat situasi di lapangan, Gus Yasin menilai normalisasi aliran sungai serta perbaikan infrastruktur dermaga merupakan kebutuhan mendesak.
Ia menyebutkan, anggaran untuk pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) apung dan dermaga apung sebenarnya telah tersedia.
"Untuk TPI apung atau dermaga apung sebenarnya sudah ada anggarannya, tinggal kita dorong percepatannya,” kata Taj Yasin.
Meski demikian, ia meminta pemerintah desa bersikap proaktif agar proses administrasi hingga pelaksanaan pembangunan bisa segera berjalan melalui APBD.
Menurutnya, percepatan pengajuan dari tingkat desa akan mempercepat proses lelang hingga pelaksanaan pekerjaan fisik.
“Saya minta dari desa ada percepatan usulan, supaya kita bisa mendorong biro APBJ (Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa) kita segera lelang dan pengerjaannya bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Kondisi dermaga di Desa Purworejo saat ini dinilai cukup memprihatinkan.
Kepala Desa Purworejo, Rifqi Salafudin, mengungkapkan bahwa pada 2024 wilayah tersebut sempat terendam rob hingga 100 persen.
Meski telah dilakukan pengurukan pada 2025, saat air pasang datang area dermaga masih kerap terendam hingga ketinggian sekitar satu meter.
“Sekarang masih sekitar 50 persen. Kalau air pasang bisa tenggelam sampai satu meter,” jelasnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Nelayan kesulitan menyalurkan hasil tangkapan ke Tempat Pelelangan Ikan karena kendaraan pengangkut terhambat oleh genangan air pasang.
Karena itu, warga menaruh harapan besar pada rencana pembangunan dermaga apung yang akan mulai disosialisasikan kepada masyarakat.
Namun demikian, Rifqi berharap pembangunan nantinya juga memperhatikan kondisi daratan di sekitar dermaga.
Menurutnya, teknologi dermaga apung harus tetap diimbangi dengan perlindungan akses darat agar kendaraan roda empat tetap dapat menjangkau lokasi.
"Kita mau tahu teknisnya secara detail dulu, harusnya itu kan mempertahankan daratan. Jangan sampai hanya apung saja yang dibangun tetapi daratannya semakin hilang," jelasnya.
Ia berharap rencana pembangunan tersebut benar-benar terealisasi dan mampu menjadi solusi nyata bagi warga pesisir yang selama ini terus menghadapi ancaman rob sekaligus menjaga sisa daratan desa yang semakin tergerus. (*)
redaksi