Tiga SPPG di Semarang Disiapkan Jadi Contoh Nasional Program MBG
KONTENSEMARANG.COM – Kota Semarang tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah forum berskala nasional bertajuk “Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG)” yang akan digelar pada 28–30 April 2026 di Hotel Gumaya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program strategis nasional dalam penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.
"Kota Semarang merasa terhormat menjadi tuan rumah bagi delegasi dari berbagai kota di Indonesia untuk mendiskusikan penguatan gizi nasional. Kami telah menyiapkan forum ini sebagai wadah pertukaran pengalaman atau *best practise* dalam mengelola program pangan secara efektif," ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Rabu (8/4).
Forum ini akan dihadiri perwakilan dari 20 kota dan kabupaten di Indonesia yang telah menandatangani Pakta Milan, termasuk Kota Surabaya yang tengah bersiap menjadi anggota.
Sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah seperti Magelang, Salatiga, Tegal, hingga Pekalongan juga dijadwalkan ikut ambil bagian.
"Kehadiran puluhan kota ini menunjukkan komitmen kuat antar-pemerintah daerah untuk bersinergi demi kesehatan generasi mendatang. Kami ingin memastikan setiap daerah bisa saling belajar dalam mengimplementasikan kebijakan pemenuhan gizi ini," jelas Agustina.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta juga akan diajak meninjau langsung tiga lokasi Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di Kota Semarang, yakni SPPG Aspol Polda Jateng Rejosari, SPPG Kedung Mundu 2, serta SPPG Pedalangan.
"Tiga lokasi SPPG ini dipilih karena telah memenuhi persyaratan standar operasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Fasilitas di Rejosari, Kedung Mundu, dan Pedalangan sangat representatif untuk dijadikan contoh pembelajaran bagi peserta nasional," terang wali kota.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran langsung terkait sistem distribusi makanan yang telah berjalan sesuai standar kesehatan.
Para peserta juga akan mempelajari proses penyediaan makanan yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
"Ketiga SPPG tersebut memiliki keunggulan pada alur pelayanan yang tertata dan fasilitas yang memadai sesuai standar baku. Kami ingin menunjukkan bahwa standarisasi kualitas makanan dan kebersihan adalah kunci utama dalam operasional SPPG," lanjut Agustina.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang berharap dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan program MBG di berbagai daerah.
Praktik baik yang telah diterapkan di Semarang diharapkan bisa menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas layanan di wilayah lain.
"Kami berharap praktik baik yang ada di Kota Semarang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk segera melakukan replikasi. Dengan standarisasi yang seragam, kualitas penyelenggaraan program gizi di seluruh Indonesia akan semakin meningkat," pungkasnya. (*)
redaksi