Tinjau Longsor Kalialang, Wali Kota Agustina Pastikan Warga Aman dan Terpenuhi Kebutuhannya
KONTENSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turun langsung ke lokasi tanah longsor di Kalialang, Kecamatan Gunungpati, Selasa (5/5).
Kehadirannya di tengah situasi yang penuh kecemasan menjadi bukti nyata perhatian pemerintah kepada warga yang terdampak.
Di lokasi kejadian, ia berinteraksi dengan masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, serta memastikan proses penanganan berlangsung cepat tanpa ada kebutuhan yang terlewat.
Baginya, aspek keselamatan warga harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Yang paling penting saat ini warga dalam kondisi aman. Kami tidak ingin penanganan ini berlarut. Apa yang bisa dilakukan di tingkat kota, langsung kami kerjakan agar warga tidak harus menunggu,” ujarnya dengan tegas namun penuh empati.
Sebanyak empat kepala keluarga atau 11 orang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Sejak awal Mei, mereka telah dievakuasi secara bertahap ke tempat yang lebih aman setelah adanya pergerakan tanah yang mengancam permukiman.
Pemerintah Kota Semarang pun bergerak cepat untuk menjamin kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi, mulai dari penyediaan logistik hingga akses air bersih agar warga tetap dapat menjalani aktivitas secara layak.
Selain itu, Agustina juga menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan nyaman dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di sekitar lokasi, sehingga warga tetap merasa didampingi.
Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, mengingat lokasi longsor berada di kawasan daerah aliran sungai yang memerlukan penanganan bersama.
Tidak hanya fokus pada kondisi darurat, Pemkot Semarang juga mulai merancang langkah jangka panjang.
Penguatan struktur tanah seperti pembangunan talud dan bronjong akan diusulkan di titik rawan guna mencegah longsor susulan serta memberikan rasa aman bagi warga ke depan.
Seluruh perangkat daerah diminta tetap siaga dan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami ingin memastikan mereka merasa aman, kebutuhan terpenuhi, dan ada kepastian bahwa penanganan ini terus berjalan,” pungkas Agustina.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Sabar Wahyudi, menyampaikan bahwa warga terdampak telah dievakuasi secara bertahap setelah kondisi memburuk.
“Setelah kejadian itu, warga yang terdampak langsung kami ungsikan satu per satu. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelasnya. (*)
redaksi