USM Latih Dosen Gunakan LMS Berbasis AI untuk Perkuat Pembelajaran Digital
KONTENSEMARANG.COM — Universitas Semarang (USM) resmi memulai pelatihan intensif penggunaan Learning Management System (LMS) berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi para dosennya sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi pembelajaran digital dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan kampus.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (25–26/5/2026), melibatkan perwakilan dari seluruh program studi di USM.
Setiap prodi mengirimkan lima dosen untuk mengikuti pelatihan dan dipersiapkan menjadi instruktur bagi rekan dosen lainnya di masing-masing program studi.
Wakil Rektor III USM, Dr April Firman Daru S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa LMS terbaru yang diterapkan kampus dibangun dengan dukungan infrastruktur yang lebih andal dan teknologi terkini guna menunjang proses akademik yang lebih optimal.
"LMS ini ditempatkan di server yang kuat, sehingga tidak ada permasalahan tentang server down. Semuanya dapat diakses oleh dosen maupun mahasiswa dengan sangat mudah," jelas Dr April.
Ia menambahkan, platform tersebut tidak hanya mengedepankan kestabilan sistem, tetapi juga menghadirkan berbagai fitur pendukung pembelajaran modern.
LMS USM kini dilengkapi teknologi proctoring untuk pengawasan ujian digital serta integrasi AI yang mendukung aktivitas belajar mengajar.
Melalui sistem tersebut, dosen dapat mengunggah beragam materi pembelajaran seperti video, e-book, maupun konten interaktif lainnya.
Selain itu, tersedia fitur untuk penyusunan kuis, pelaksanaan ujian daring, hingga penilaian otomatis yang terintegrasi.
Dr April juga menyoroti fleksibilitas yang ditawarkan melalui metode pembelajaran asinkronus yang memungkinkan proses belajar tetap berjalan tanpa harus mempertemukan dosen dan mahasiswa pada waktu yang sama.
"Jika pembelajaran sinkronus mengharuskan dosen dan mahasiswa bertatap muka di waktu yang sama, LMS ini memungkinkan pembelajaran berjalan secara asinkronus. Dosen pengampu dan mahasiswa dapat terlibat dalam aktivitas belajar-mengajar pada waktu yang berbeda dan lebih fleksibel. Dengan adanya LMS ini, USM siap bertransformasi mendukung proses pembelajaran yang sudah baik agar menjadi jauh lebih baik lagi," tegasnya.
Untuk mendukung kesiapan implementasi sistem tersebut, USM bekerja sama dengan Sejahtera Group yang memberikan pelatihan teknis secara langsung kepada peserta.
Project Manager sekaligus Trainer dari Sejahtera Group, Yesiska Romauli Gultom, menjelaskan bahwa LMS dirancang sebagai ruang digital yang menghubungkan dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran.
"Fungsi utamanya adalah mengkoneksikan dosen dan mahasiswa di dalam ekosistem pembelajaran. Di dalam LMS ini, mereka saling terhubung. Dosen dapat mengunggah konten pembelajaran, menyusun kuis, atau memberikan assignment (tugas), sementara mahasiswa dapat memantau dan mengakses semua materi tersebut secara transparan melalui akun sistem mereka masing-masing," ungkap Yesiska.
Ia menambahkan, berbagai fitur seperti *create content*, pelacakan perkembangan belajar (*course progress*), hingga sistem pengawasan (*proctoring*) dirancang dengan tampilan yang mudah digunakan sehingga dapat langsung diterapkan dalam aktivitas perkuliahan sehari-hari.
Melalui pelatihan ini, USM menargetkan terciptanya ekosistem pembelajaran digital yang lebih modern, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global. (*)
redaksi