Wakil Ketua DPRD Jateng Apresiasi Kinerja Luthfi–Yasin, Soroti Pemerataan dan Optimalisasi PAD

Mohammad Saleh Apresiasi Kinerja Luthfi–Yasin, Tekankan Pemerataan dan Penguatan PAD

Wakil Ketua DPRD Jateng Apresiasi Kinerja Luthfi–Yasin, Soroti Pemerataan dan Optimalisasi PAD
Wakil Ketua DPRD Jateng Apresiasi Kinerja Luthfi–Yasin, Soroti Pemerataan dan Optimalisasi PAD

KONTENSEMARANG.COM – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, selama satu tahun terakhir.

Ia menyampaikan, secara umum performa pemerintahan menunjukkan hasil yang positif apabila merujuk pada indikator dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Meski demikian, ia menekankan perlunya perhatian lebih pada aspek pemerataan pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Secara indikator, mayoritas target terpenuhi. Tantangan berikutnya adalah memastikan pemerataan capaian pembangunan di seluruh wilayah. Ini yang akan kami dalami lewat rapat komisi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujar Mohammad Saleh saat menjadi pembicara dalam Forum Group Discussion (FGD) “Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin” di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (23/2/2026).

Selain dirinya, FGD tersebut juga menghadirkan Zulkifli selaku Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah dan Nur Hidayat Sardini, Ketua Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan FISIP Undip.

Saleh menambahkan, peningkatan PAD membutuhkan kreativitas birokrasi. Menurutnya, sumber pendapatan tidak bisa hanya bertumpu pada pajak daerah, tetapi juga harus memaksimalkan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kita tidak bisa hanya bertumpu pada pajak. Aset daerah dan BUMD perlu dimaksimalkan agar bisa memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah,” katanya.

Ia juga menyoroti polemik penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang sempat menuai keberatan masyarakat. Menurutnya, Gubernur Ahmad Luthfi merespons cepat dengan menerbitkan kebijakan diskon pajak melalui surat keputusan gubernur.

Langkah tersebut dinilai mencerminkan kepemimpinan yang aspiratif, demokratis, dan adaptif terhadap dinamika di masyarakat.

“Artinya Pak Luthfi cukup demokratis terkait dengan aspirasi masyarakat yang muncul. Walaupun nanti itu berdampak terhadap indikator dalam RPJMD yaitu pendapatan asli daerah,” terangnya.

Dari sisi kebijakan publik, Saleh menilai diskon pajak dapat dipahami sebagai strategi fiskal yang efektif. Selain meringankan beban masyarakat, kebijakan itu juga berpotensi meningkatkan kepatuhan wajib pajak sehingga berdampak pada optimalisasi penerimaan daerah.

“Bagi masyarakat, diskon memberikan rasa keuntungan. Ada pengurangan beban yang terasa signifikan, sehingga mendorong mereka untuk segera menyelesaikan kewajibannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya memperkuat aspek komunikasi publik dan kehadiran pemimpin di tengah masyarakat. Ia mencontohkan kehadiran Ahmad Luthfi saat meninjau perbaikan jalan dan penanganan bencana sebagai bentuk kepemimpinan yang humanis.

“Kriteria dalam menilai kepemimpinan itu bukan hanya berbasis data, tapi juga ada aspek humanisme. Saya usul, yang seperti itu (mengunggah aktivitas di media-red) walaupun tidak suka harus dilakukan,” kata Mohammad Saleh.

“Karena ibaratnya sesuatu yang baik jika disampaikan dengan baik, akan menjadi baik. Tapi sesuatu yang baik karena tidak pernah disampaikan, orang tahunya tidak baik. Jadi menurut saya ini penting, media sosialnya suatu sunatullah,” imbuhnya. (*)