Gubernur Ahmad Luthfi Targetkan Huntara Korban Tanah Gerak Tegal Siap Huni Sebelum Lebaran

Ahmad Luthfi tinjau pembangunan 456 huntara korban tanah gerak Tegal, ditargetkan siap huni sebelum Lebaran 2026.

Gubernur Ahmad Luthfi Targetkan Huntara Korban Tanah Gerak Tegal Siap Huni Sebelum Lebaran
Ahmad Luthfi tinjau pembangunan 456 huntara korban tanah gerak Tegal, ditargetkan siap huni sebelum Lebaran 2026.

KONTENSEMARANG.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu (18/2/2026).

Huntara tersebut dibangun di atas lahan bengkok milik Pemerintah Desa Capar. Dari total luas lahan awal 121.820 meter persegi, hasil rekomendasi teknis Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah menyatakan hanya 42.720 meter persegi yang dinilai aman untuk dimanfaatkan.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Affi Triato, menjelaskan bahwa pembangunan dimulai pada 15 Februari 2026 dan ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026.

“Lahan tersebut direncanakan dapat digunakan untuk kurang lebih 500 unit huntara tipe 24/36 dari total 900 rumah yang terdampak,” ujarnya.

Berdasarkan data di papan proyek, total yang direncanakan mencapai 456 unit hunian sementara yang dibagi dalam 38 blok. Setiap blok terdiri dari dua hingga lima unit bangunan modular.

Affi memaparkan, konstruksi menggunakan konsep Modular Lite, yakni sistem prefabrikasi yang ringan dan praktis sehingga tidak memerlukan alat berat saat pemasangan. Metode ini dipilih untuk mempercepat proses pembangunan agar warga bisa segera menempati hunian tersebut.

Selain unit tempat tinggal, pemerintah juga menyiapkan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) pendukung, seperti jalan lingkungan, saluran drainase, air bersih, sanitasi, penerangan jalan umum (PJU), serta fasilitas sosial berupa masjid atau musala.

“Pembangunan masih tahap perataan lahan, dengan target seluruh unit siap huni sebelum Lebaran,” kata Affi.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menekankan bahwa huntara harus dibangun dengan pendekatan yang manusiawi dan memperhatikan aspek psikologis warga.

“Saya ingin fasilitas umum di huntara ini dibuat detail dan manusiawi. Kalau perlu, bukan hanya fasilitas dasar, tetapi juga mesin cuci bersama, agar warga tidak semakin terbebani,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar warga yang sudah kehilangan rumah tidak kembali menghadapi kesulitan di tempat tinggal sementara.

“Jangan sampai mereka sudah kehilangan rumah, lalu ditempatkan di hunian sementara dengan banyak kekurangan,” ujarnya.

Gubernur juga meminta proses pendataan penghuni dilakukan secara cermat, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan kepala keluarga atau keluarga yang anggota keluarganya merantau.

“Kita harus memilah keluarga yang benar-benar rentan. Saat pemindahan dari pengungsian ke huntara, datanya harus jelas supaya tidak menimbulkan persoalan sosial,” katanya.

Lebih jauh, Luthfi mendorong agar perencanaan hunian tetap (huntap) segera disusun agar masa transisi tidak berlarut-larut.

“Segera siapkan rencana hunian tetap. Prinsipnya, huntap harus membuat warga mandiri, bukan sekadar memindahkan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan hunian tetap nantinya harus mempertimbangkan mata pencaharian serta kondisi sosial ekonomi warga agar proses pemulihan berjalan berkelanjutan.

Sebagai informasi, bencana tanah gerak yang terjadi pada 2 Februari 2026 di wilayah tersebut menyebabkan sekitar 900 rumah terdampak dan ratusan kepala keluarga harus mengungsi. Huntara disiapkan sebagai solusi transisi sebelum pembangunan hunian tetap direalisasikan.