Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan Jawa Tengah memiliki posisi yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data tahun 2026, jumlah usaha di provinsi tersebut mencapai hampir 5 juta unit usaha.
Jumlah tersebut setara dengan 25,76 persen dari total usaha yang ada di Pulau Jawa dan sekitar 15,25 persen dari seluruh usaha di Indonesia. Karena itu, kualitas pendataan di Jawa Tengah dinilai akan memberikan kontribusi besar terhadap kualitas data nasional.
“Kalau kita mendata di Jawa Tengah dengan sangat baik, artinya kita menyelesaikan setidaknya 15 persen kualitas pendataan di Indonesia,” kata Sonny.
Ia menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sensus sebelumnya. Kali ini, pendataan tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga mencakup sektor pertanian dan rumah tangga.
Menurut Sonny, pendataan usaha dan rumah tangga di Jawa Tengah menjadi penting karena banyak aktivitas ekonomi saat ini dijalankan dari rumah. Berbagai usaha berbasis digital yang memanfaatkan media sosial maupun platform daring sering kali tidak dapat teridentifikasi hanya dari pengamatan luar.
“Sekarang sudah pakai TikTok, sudah pakai media sosial, itu tidak terlihat dari luar. Baru bisa kita data, baru bisa kita identifikasi kalau kita masuk ke rumah-rumah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sonny menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 berbeda dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sensus ini secara khusus difokuskan untuk mendata aktivitas ekonomi, baik yang dilakukan pelaku usaha maupun ekonomi keluarga.
Ia juga memastikan bahwa data yang dikumpulkan dalam sensus tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat memberikan informasi kepada petugas.
Di lapangan, proses pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah. Salah satu petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Anastasia Putri, menjelaskan bahwa petugas terlebih dahulu memberikan edukasi mengenai tujuan sensus sebelum mengajukan pertanyaan kepada warga.
“Petugas datang terus mengedukasi soal sensus ini. Habis itu langsung ditanya soal pertanyaan-pertanyaan yang ada di kuesioner,” kata Anastasia.