“Tidak hanya gubernur, bupati, maupun wali kota, harus mempunyai terobosan-terobosan kreatif untuk membangun wilayah,” kata Luthfi.
Ia menilai pemimpin daerah perlu memahami potensi yang dimiliki masing-masing wilayah dan menerapkan kebijakan yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
Hal itu dilakukan tanpa mengesampingkan program prioritas dan tetap menempatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama.
Luthfi juga menyoroti posisi media sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kualitas informasi publik.
Menurutnya, media memiliki peran penting menghadapi penyebaran disinformasi, hoaks, dan ujaran kebencian.
“Media adalah salah satu alat pemersatu bangsa,” ujarnya.
Ia meminta setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat melewati proses check, recheck, dan final check.
Dengan demikian, pemberitaan yang diterima publik dapat dipastikan benar dan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kesempatan itu, Luthfi turut memaparkan strategi Pemprov Jateng dalam mendorong peningkatan investasi.
Salah satunya melalui Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026 dengan menghadirkan investor dari sejumlah negara.