Luthfi menyebut investasi memiliki posisi penting sebagai penggerak pembangunan Jawa Tengah. Pasalnya, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini masih berada di kisaran 15 persen.
Karena itu, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, stabilitas keamanan, penyediaan kawasan industri, hingga penyiapan tenaga kerja terampil.
“Seluruh kabupaten dan kota memiliki potensi masing-masing. Yang harus kita bangun adalah semangat collaborative government (pemerintahan kolaboratif). Tidak ada daerah yang menonjol sendiri. Semua harus tumbuh dan berkembang bersama,” katanya.
Selain menerima penghargaan, Ahmad Luthfi turut menyerahkan Radar Kudus Award 2026 kepada sejumlah kepala daerah dari Kabupaten Kudus, Blora, Rembang, Pati, Jepara, dan Grobogan. (*)