"Kehadiran dokumen yang Bapak-bapak sampaikan ini tentu akan memperkaya cerita yang bisa dinikmati oleh mereka yang berkunjung ke Kota Semarang," ujar Agustina.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyampaikan harapan agar Kota Semarang memiliki Museum Bahari yang dapat menampilkan sejarah kemaritiman secara lebih lengkap.
"Mudah-mudahan tahun depan, tahun 2027, kita punya cukup energi untuk membangun Museum Maritim. Karena Kota Semarang ini menjadi kota yang disebut terus-menerus di dalam sejarah kemaritiman." imbuhnya.
Sementara itu, pengelola Rumah Budaya Tangga Medan, Jimmy Lassang Manahara Siahaan, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam pelestarian sejarah dan budaya.
“Saya belajar dari Ibu Wali Kota bagaimana mencoba membangun sebuah tempat yang bisa memberikan andil dalam melestarikan budaya pada masyarakat. Saya senang sekali bisa belajar dari beliau,” ujar Jimmy.
Penyerahan artefak tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Semarang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Medan, dan Rumah Sejarah Medan.
Bersama agenda repatriasi arsip surat kabar Semarang dan seminar nasional, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Semarang sebagai kota maritim bersejarah. (*)