KONTENSEMARANG.COM – Pepatah lama mengatakan, "air mencari jalan sendiri". Pasca banjir besar 2024-2025, Pemerintah Kota Semarang mengambil pelajaran berharga dari hukum alam tersebut.
Alih-alih hanya menambah ratusan pompa, strategi baru kini berfokus pada cara mengelola perilaku air dengan pendekatan fisika yang lebih cerdas.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa langkah utama adalah "membenahi akar masalah". Akar masalah itu sederhana: memahami bagaimana air mengalir, di mana ia menumpuk, dan bagaimana mengembalikannya ke laut dengan aman.
Salah satu intervensi paling penting adalah pelebaran saluran pembuangan di Kaligawe, dari 10 meter menjadi 40 meter.
Kondisi lama membuat air mengalir dengan tekanan tinggi, mudah tersumbat oleh sampah atau sedimentasi, dan akhirnya meluap.
Kini, dengan saluran empat kali lebih lebar, air dapat mengalir lebih tenang.
"Ini adalah rekayasa ulang batas kemampuan infrastruktur," ujar Agustina.
Pelebaran ini memberi ruang lebih luas bagi air, sehingga risiko penyumbatan berkurang drastis.
Strategi berikutnya adalah kombinasi polder dan pompa.