Konten Semarang
Semarang

Cegah Abrasi Mahasiswa BINUS & KPA Mangrove Tanam 400 Bibit di Pantai Tirang Semarang

400 mangrove ditanam di Pantai Tirang Kota Semarang oleh mahasiswa BINUS dan KPA Mangrove untuk mencegah abrasi pesisir, Minggu (16/8/2026).

400 mangrove ditanam di Pantai Tirang Kota Semarang oleh mahasiswa BINUS dan KPA Mangrove untuk mencegah abrasi pesisir, Minggu (16/8/2026).
400 mangrove ditanam di Pantai Tirang Kota Semarang oleh mahasiswa BINUS dan KPA Mangrove untuk mencegah abrasi pesisir, Minggu (16/8/2026).

Sementara itu, pihak komunitas KPA Mangrove Semarang memberikan peringatan keras mengenai tergerusnya benteng pertahanan alami pesisir Semarang. Wakil Ketua KPA Mangrove Semarang Imam Nur mengungkapkan, bahwa hantaman gelombang saat angin Muson Barat (baratan) telah memusnahkan jajaran mangrove yang ditanam beberapa tahun lalu.

"Kondisi abrasi kalau sini parah ya, Mas. Itu setiap tahun itu kan ada angin muson barat ya, atau yang sering disebut baratan itu ya. Nah, itu biasanya parah sini tuh. Ini dulu itu ada dua baris pohon mangrove, semenjak kita di sini tahun 2019 itu ada barisan pohon mangrove memanjang di depan sini, itu sudah hilang," katanya. 

Ia memaparkan dampak fatal jika vegetasi mangrove di pesisir Semarang terus menyusut. Tanpa adanya proteksi benteng alam, air laut tidak hanya akan menenggelamkan kawasan tambak warga, namun juga mengancam pemukiman penduduk di area sekitar.

"Makanya kan pentingnya pohon mangrove menahan abrasi itu ya begitu. Soalnya kan kalau seandainya tidak ada benteng alam, ya lama-lama tambak habis, habis tambak apalagi ada perumahan kan di situ," ungkapnya. 

KPA Mangrove Semarang pun mengapresiasi kontribusi ratusan mahasiswa BINUS dan berpesan agar aksi konservasi ini tidak berhenti sebatas seremonial menanam semata, melainkan berlanjut pada perawatan berkala.

"Kita ucapkan terima kasih sekali atas kegiatan ini. Harapannya ke depan itu ya tidak kapok, dalam arti kan ke depan bisa tanam lagi. Kalau bisa itu juga ditengok tanamannya. Jangan biasanya kebanyakan menanam terus ditinggal begitu saja. Kalau ada main ke sini sambil nengok tanamannya, lihat progresnya seperti apa," ucap Imam.

Mahasiswa Resah Banjir Rob Mengancam Permukiman

Keresahan terhadap dampak banjir pasang air laut (rob) juga dirasakan langsung oleh para peserta mahasiswa. Jeslyn Angelica, mahasiswa BINUS yang ikut terjun langsung ke lumpur pesisir Pantai Tirang, menceritakan keprihatinannya melihat kondisi rob di Kota Semarang. 

"Karena saya melihat laut di Semarang itu kan apalagi udah banjir ya, apalagi kalau kita lihat tuh apalagi daerah yang Mangkang itu mereka rata-rata banjir karena ada laut yang naik gitu. Jadi saya sangat prihatin melihatnya, jadi saya ingin berpartisipasi dalam berkontribusi dalam penanaman mangrove ini agar mengurangi abrasi dari pantai di sini," ungkap Jeslyn.

Jeslyn yang sebelumnya juga pernah mengikuti aksi serupa, menggambarkan betapa parahnya limpasan air laut yang merendam wilayah permukiman saat musim rob dan saat curah hujan tinggi, khususnya di kawasan Semarang Barat.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

Lintasan Atletik TLJ Ditambal, Distaru Semarang Ungkap Alasan dan Anggaran
Semarang • 15 Agustus 2026

Lintasan Atletik TLJ Ditambal, Distaru Semarang Ungkap Alasan dan Anggaran

Rekomendasi Redaksi