KONTENSEMARANG.COM – Demi memaksimalkan pengelolaan aset daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi membentuk Satgas Pandawa.
Peluncuran satuan tugas ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Sekda Jateng Sumarno.
Agenda tersebut dilangsungkan di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Transformasi Tata Kelola Aset Pemerintah Daerah untuk Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Tengah" di Gedung Merah Putih, Semarang, pada Selasa (21/7/2026).
Merespons tantangan geopolitik global dan keterbatasan ruang fiskal, Luthfi menegaskan pentingnya strategi agresif untuk memacu PAD.
Langkah ini tak cuma bertumpu pada optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tetapi juga harus menyasar pada pendayagunaan seluruh aset fisik milik Pemprov Jateng.
"Jadi Satgas Pandawa ini fungsinya adalah memberdayakan aset, agar bisa digunakan oleh pihak ketiga melalui sistem penyewaan dan pemberdayaan," kata Luthfi.
Sebagai informasi, Pemprov Jateng saat ini tercatat menaungi 8.866 bidang tanah serta 24.098 bangunan. Dari angka yang masif tersebut, celah pemanfaatannya dinilai masih sangat terbuka lebar.
Tercatat ada 17 bidang tanah dan 8 bangunan di bawah Pengelola Barang yang potensial untuk digarap.
Sementara di sektor Pengguna Barang, 76 bidang tanah dan 14 bangunan siap dikembangkan demi mendatangkan keuntungan ekonomi maupun sosial.
Luthfi menambahkan, kolaborasi bersama pihak ketiga menjadi kunci krusial dalam menata aset-aset ini. Keterlibatan investor atau mitra strategis diyakini mampu mengangkat nilai tambah properti milik daerah melalui pengelolaan yang lebih profesional.