Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Mohamad Waluyo Sujati, menyebut pihaknya rutin mengadakan pelatihan agar produk UMKM semakin berkualitas dan mampu menembus pasar lebih luas.
βKami melatih pelaku UMKM dari level pemula hingga mahir. Mulai dari batik, kerajinan, hingga olahan pangan. Bahkan, ada 13 UMKM Semarang yang kini sudah berhasil menembus pasar internasional,β ujarnya.
Beberapa pelaku UMKM juga diarahkan untuk membuat produk turunan. Misalnya, penjual gorengan yang kemudian mampu menghasilkan olahan pangan lain seperti bandeng crispy, abon ayam, hingga produk dari ikan lele.
Peran Ekonomi Kreatif dalam Branding Produk
Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Semarang, Gunawan Permadi, menekankan pentingnya visualisasi produk di marketplace.
βFoto produk, deskripsi, hingga story yang menarik sangat menentukan minat pembeli. Visual adalah senjata utama di era digital,β jelasnya.
Gunawan menambahkan, tantangan UMKM adalah konsistensi dalam mengikuti tren. Sebab, pasar digital bergerak cepat dan tidak bisa hanya mengandalkan pelatihan singkat.
βPelaku UMKM harus selalu adaptif agar produk mereka relevan dengan tren belanja masyarakat,β tegasnya.
Menuju UMKM Naik Kelas
Kolaborasi DPRD, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Komite Ekonomi Kreatif Kota Semarang diharapkan mampu menjawab tantangan sekaligus menciptakan UMKM yang berdaya saing, baik di pasar lokal maupun global. Dengan dukungan regulasi yang ramah, akses permodalan, dan pemanfaatan digitalisasi, UMKM Semarang diyakini bisa terus berkembang dan naik kelas.