Ia menilai pelaku usaha lokal memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem wisata yang sehat dan berdaya saing.
Menurutnya, Kota Semarang memiliki potensi besar di berbagai sektor wisata seperti heritage, kampung wisata, kuliner, hingga MICE.
Melalui penyusunan Ripparda 2026–2045, ia berharap sektor perhotelan dan kegiatan MICE yang sempat terdampak pandemi dapat kembali tumbuh.
“Semarang memiliki potensi besar pada wisata heritage, kampung wisata, kuliner, hingga MICE. Dengan Ripparda ini, kami berharap sektor hotel dan kegiatan MICE yang sempat menurun pascapandemi bisa bangkit kembali,” katanya.
Ia berharap penyusunan Ripparda mampu memperkuat posisi Kota Semarang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya yang ikonik.
Dengan perencanaan yang matang, sektor pariwisata diyakini dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah dalam jangka panjang. (*)