“Lahan yang saat ini diplester sementara akan digunakan sebagai lokasi relokasi pedagang sampai penataan shelter selesai,” jelas Suwarto.
Penataan serupa juga akan dilakukan di kawasan depan bekas Matahari karena masih terdapat sejumlah shelter yang sudah tidak dimanfaatkan secara optimal.
Di sisi lain, DPU Kota Semarang terus mempercepat pembenahan infrastruktur pengendali banjir melalui normalisasi saluran drainase, termasuk pengerukan sedimen dan pemasangan grill besi untuk mencegah sampah masuk ke saluran air.
Sebagai upaya lanjutan, Pemkot Semarang juga merencanakan pembangunan pompa air pada 2027 untuk mengurangi potensi genangan di kawasan Simpang Lima saat hujan deras.
“Kami ingin kawasan Simpang Lima tidak hanya lebih indah, tetapi juga memiliki sistem drainase yang lebih baik sehingga mampu meminimalkan genangan ketika musim hujan,” kata Suwarto.
Melalui revitalisasi yang dilakukan secara bertahap, Pemerintah Kota Semarang berharap Simpang Lima semakin representatif sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. (*)