“Gapoktan kita openi, dari mulai pembibitan, pemupukan, sampai pascapanen,” katanya.
Walakin, tantangan belum selesai. Perubahan musim, ancaman kekeringan, alih fungsi lahan, dan distribusi hasil panen masih harus dihadapi. Karena itu, pemetaan wilayah rawan kekeringan, pipanisasi, sumurisasi, pemanfaatan sumber air baku, hingga penyaluran pompa terus dilakukan. Jawa Tengah juga telah menerima sekitar 17 ribu pompa untuk didistribusikan sesuai kebutuhan daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengingatkan bahwa produksi yang melimpah perlu diimbangi dengan distribusi yang merata.
“Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah distribusi, agar surplus ini bisa merata dan menjaga stabilitas harga,” kata dia.
Di usia ke-81, Jawa Tengah meneguhkan perannya: merawat petani, menjaga sawah, dan terus menjadi salah satu lumbung pangan bagi negeri. (*)