Konten Semarang
Regional

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Kuat, Kemiskinan Terus Berkurang

Ekonomi Jateng tumbuh 5,80 persen pada Semester I 2026, diikuti penurunan kemiskinan, peningkatan investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Kuat, Kemiskinan Terus Berkurang
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Kuat, Kemiskinan Terus Berkurang

Pertumbuhan ekonomi tersebut turut diikuti peningkatan aktivitas investasi di Jawa Tengah. Sepanjang Semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp48,54 triliun. Investasi itu menciptakan lapangan kerja bagi 213.217 orang melalui 55.989 proyek.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Sakina Rosellasari menyebut, realisasi investasi tersebut berasal dari Rp23,02 triliun pada triwulan I atau periode Januari-Maret dan Rp25,53 triliun pada triwulan II atau April-Juni.

Menurut Sakina, nilai investasi pada triwulan II mengalami pertumbuhan 10,88 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen dari triwulan pertama," ujarnya Rabu, 29 Juli 2026.

Dari total realisasi tersebut, penanaman modal asing (PMA) memberikan kontribusi Rp25,92 triliun atau 53,40 persen. Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.

Untuk terus memperkuat investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pemerintah daerah mengembangkan kawasan industri.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu menyediakan infrastruktur yang memadai sekaligus memberikan kemudahan bagi investor untuk menanamkan modal di kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan industri.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara individual.

Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Maka kita punya semangat collaborative goverment (pemerintahan kolaboratif), karena kita tidak bisa sendiri-sendiri," ucap beberapa waktu lalu.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 3

Artikel Selanjutnya

FGD Bahas Konten Influencer dan Media: Kreator Wajib NIB, Misleading Bisa Berujung Sanksi
Regional • 14 Agustus 2026

FGD Bahas Konten Influencer dan Media: Kreator Wajib NIB, Misleading Bisa Berujung Sanksi

Rekomendasi Redaksi