Konten Semarang
Regional

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Kuat, Kemiskinan Terus Berkurang

Ekonomi Jateng tumbuh 5,80 persen pada Semester I 2026, diikuti penurunan kemiskinan, peningkatan investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Kuat, Kemiskinan Terus Berkurang
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Kuat, Kemiskinan Terus Berkurang

Ia menekankan bahwa kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi negeri maupun swasta, memiliki peran penting dalam pembangunan Jawa Tengah.

"Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi (Jateng) dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, (maka) collaborative government (pemerintahan kolaboratif) harus kita ciptakan," ucap Luthfi.

Karena itu, Luthfi mengajak bupati dan wali kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, serta media untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan setiap program pemerintah benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Menurut Luthfi, nilai gotong royong, kebersamaan, dan kerja sama merupakan karakter yang telah mengakar di Jawa Tengah.

Nilai tersebut terus didorong dalam berbagai sektor, termasuk untuk meningkatkan investasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan, tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah tahun ini adalah "Gumregut Nyawiji". Tema tersebut mengandung filosofi Jawa yang menekankan semangat kolaborasi dan gotong royong.

"Semangatnya adalah bareng-bareng membangun Jawa Tengah. Ini selaras dengan arahan Pak Gubernur, bahwa kita harus berkolaborasi dengan semua pihak," kata dia. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 3 dari 3

Artikel Selanjutnya

FGD Bahas Konten Influencer dan Media: Kreator Wajib NIB, Misleading Bisa Berujung Sanksi
Regional • 14 Agustus 2026

FGD Bahas Konten Influencer dan Media: Kreator Wajib NIB, Misleading Bisa Berujung Sanksi

Rekomendasi Redaksi