Konten Semarang
Regional

Kemenkes Apresiasi Jawa Tengah, Program Speling Sukses Kawal CKG Nasional

Jawa Tengah mendapat apresiasi Kemenkes karena menjadi provinsi dengan peserta Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbanyak, didukung program Dokter Spesialis Keliling

×
WhatsApp Image 2026-06-10 at 18.46.12

KONTENSEMARANG.COM — Keberhasilan Jawa Tengah dalam menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kembali mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan.

Dengan jumlah peserta tertinggi secara nasional, provinsi ini dinilai layak menjadi contoh dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan.

Penghargaan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang ditayangkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam paparannya, Benjamin menyebut program CKG telah menjangkau hampir 42,3 juta warga di 38 provinsi.

Dari total 43.660.900 orang yang mendaftar, sebanyak 42.291.657 orang telah hadir dan mendapatkan pelayanan kesehatan.

*"Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi ke masyarakat di Jawa Tengah sudah cukup baik karena sudah 10 juta orang lebih terlayani,"* kata Benjamin.

Ia juga membandingkan capaian Jawa Tengah dengan provinsi besar lainnya di Pulau Jawa. Jumlah peserta CKG di Jawa Timur tercatat lebih rendah sekitar 6,8 juta orang, sementara Jawa Barat terpaut 5,2 juta orang.

*"Artinya CKG ini di Jawa Tengah berjalan dengan baik,"* ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan dukungannya terhadap program CKG melalui pelaksanaan program Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Program unggulan yang dijalankan bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen tersebut bertujuan memperluas akses layanan kesehatan gratis hingga ke desa-desa.

Melalui Speling, dokter spesialis diterjunkan langsung ke berbagai wilayah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan program CKG.

Kegiatan ini melibatkan rumah sakit milik pemerintah daerah maupun rumah sakit swasta di seluruh Jawa Tengah.

Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum dan pemeriksaan spesialis untuk sejumlah penyakit tertentu, seperti tuberkulosis (TBC), kanker serviks, pemeriksaan antenatal care (ANC) bagi ibu hamil, layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis.

*"Sacara tidak langsung, dokter spesialis bisa mendeteksi dan mengantisipasi sajak dini. Layanan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Ini akan terus kita lakukan dna jadikan role model pelayanan kesehatan berbasis desa,"* katanya di Semarang pada Rabu, 10 Juni 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah per 10 Juni 2026, program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.249 kali di 1.138 desa yang tersebar di 454 kecamatan.

Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 107.674 warga di berbagai daerah di Jawa Tengah. (*)

Menampilkan semua halaman artikel.