Ferry memastikan penggunaan metode patching pada jogging track tetap memenuhi standar fasilitas olahraga.
Menurutnya, metode tersebut dipilih untuk mempertahankan fungsi lintasan sekaligus menyesuaikan kondisi kerusakan yang ada.
Saat ini, kompleks TLJ masih ditutup sejak Juli 2026 untuk mendukung proses perbaikan. Pengerjaan disebut telah mencapai sekitar 80 persen dan kawasan tersebut ditargetkan kembali dibuka pada 31 Agustus 2026.
"Untuk perbaikan yang lain akan menjadi bagian yang diusulkan untuk diperbaiki. “Jadi kami sebagai dinas teknis ini hanya melaksanakan apa yang menjadi plotting di dalam anggaran kami," tutur Ferry.
Distaru menyatakan fasilitas lain di TLJ yang belum mendapatkan perbaikan akan kembali diajukan dalam penganggaran berikutnya.
Hal tersebut dilakukan karena setiap pembangunan pemerintah harus mengikuti mekanisme anggaran sekaligus mempertimbangkan skala prioritas. (*)