Sementara itu, materi kedua bertema “Anti-Bullying dari Sisi Ilmu Komunikasi” disampaikan oleh Christina Elok Ayu Widyantari.
Materi tersebut menyoroti pentingnya komunikasi dalam mencegah terjadinya perundungan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
Tak hanya melalui penyampaian materi, mahasiswa juga menghadirkan pertunjukan drama pendek yang menggambarkan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.
Penampilan tersebut diperkuat dengan tata rias karakter untuk memberikan gambaran yang lebih nyata kepada para siswa mengenai dampak perundungan.
Setelah pertunjukan, peserta diajak mengikuti sesi ice breaking edukatif dan diskusi interaktif guna memperdalam pemahaman mereka tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Margaretha mengapresiasi antusiasme para siswa selama mengikuti kegiatan. “Menurut aku, acaranya hari ini bener-bener luar biasa banget.
Terima kasih untuk Ilmu Komunikasi USM atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Sukses dan semangat terus untuk teman-teman semester 6,” ungkapnya.
Melalui kampanye tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM berharap siswa dapat semakin memahami pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati sesama, sekaligus menumbuhkan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan dengan mengusung pesan, “Belajar Saling Jaga, Bukan Saling Menyakiti.” (*)