Konten Semarang
Semarang

Pemkot Semarang Angkat 297 PNS Baru, Didominasi Generasi Z

Pemkot Semarang angkat 297 PNS formasi 2025. Didominasi Generasi Z, ASN baru diharapkan perkuat pelayanan publik.

×
Pemkot Semarang angkat 297 PNS formasi 2025. Didominasi Generasi Z, ASN baru diharapkan perkuat pelayanan publik.
Pemkot Semarang angkat 297 PNS formasi 2025. Didominasi Generasi Z, ASN baru diharapkan perkuat pelayanan publik.

"Ketika hak sudah diterima 100 persen, maka pelayanan kepada masyarakat juga harus hadir 100 persen. Dedikasi, profesionalisme, integritas, dan semangat melayani harus menjadi prioritas utama. Masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran pemerintah," tegasnya.

Ia menekankan bahwa ASN tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, inovasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi kualitas yang harus terus dikembangkan.

"Kalian adalah orang-orang terpilih. Jadikan kesempatan ini sebagai kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Semarang. Banggalah menjadi ASN yang melayani masyarakat dengan sepenuh hati," pesannya.

Selain menjalankan tugas pemerintahan, ASN baru juga diharapkan turut menjaga karakter Kota Semarang sebagai kota yang harmonis, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai keberagaman.

"Kota Semarang tumbuh sebagai kota yang hangat, nyaman, dan penuh keberagaman. Sebagai wajah pemerintah di tengah masyarakat, ASN harus menjadi teladan dalam menjaga suasana tersebut melalui sikap, perilaku, dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada warga," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, mengungkapkan bahwa Pemkot Semarang telah mengusulkan sekitar 540 formasi ASN untuk tahun 2026. Formasi tersebut mencakup kebutuhan tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.

Saat ini usulan tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Menurut Joko, kebutuhan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Semarang tetap mengacu pada prinsip zero growth, yakni jumlah ASN baru disesuaikan dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keseimbangan belanja pegawai dan memastikan anggaran daerah tetap dapat difokuskan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Analisis beban kerja menunjukkan kebutuhan ideal ASN di Pemerintah Kota Semarang mencapai sekitar 22 ribu pegawai, sementara saat ini tersedia sekitar 16 ribu pegawai. Karena itu, semangat inovasi, kolaborasi, dan penguatan kualitas pelayanan menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani secara optimal," ujar Joko.

Dengan tambahan 297 PNS baru yang didominasi generasi muda, Pemerintah Kota Semarang optimistis transformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

Halaman 2 dari 2