Konten Semarang
Regional

Program Desa Dampingan Jateng Dorong Ekonomi Warga di Wonogiri

Program Desa Dampingan Pemprov Jateng di Wonogiri diarahkan untuk mengentaskan kemiskinan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi warga.

Program Desa Dampingan Jateng Dorong Ekonomi Warga di Wonogiri
Program Desa Dampingan Jateng Dorong Ekonomi Warga di Wonogiri

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengentasan kemiskinan dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Program Desa Dampingan di Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Program yang dijalankan RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta itu ditinjau langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Kamis, 13 Agustus 2026. Pendampingan dilakukan berdasarkan pemetaan kondisi dan potensi masyarakat di desa tersebut.

Hasil asesmen menunjukkan sektor pertanian dan peternakan menjadi potensi utama warga. Di sisi lain, masih ditemukan sejumlah persoalan yang perlu ditangani, seperti pengembangan UMKM, kesehatan, sanitasi, hingga rumah tidak layak huni.

Karena itu, bantuan yang diberikan diarahkan agar tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi modal untuk meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

Dalam kegiatan tersebut, disalurkan bantuan peningkatan kualitas empat RTLH senilai Rp40 juta, KUBE Rp20 juta, empat paket modal usaha Rp12 juta, serta pembangunan tiga unit jambanisasi senilai Rp19,11 juta.

Dukungan juga diberikan pihak swasta. PT Djarum menyerahkan bantuan lima unit Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) senilai Rp370 juta, sementara PT Jamkrida Jateng membantu pembangunan 15 unit jambanisasi dengan nilai Rp50 juta. Total bantuan dalam rangkaian intervensi tersebut mencapai sekitar Rp511,11 juta.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan pengentasan kemiskinan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan perlu menggandeng rumah sakit, BUMD, swasta, serta unsur lainnya untuk mendampingi desa yang masih memiliki tingkat kemiskinan tinggi.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Jawa Tengah turun dari 9,39 persen menjadi 9,21 persen.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 1 dari 4

Artikel Selanjutnya

Hari Jadi ke-81 Jateng, Pemprov Siapkan Gerakan Pangan hingga Job Fair
Regional • 14 Agustus 2026

Hari Jadi ke-81 Jateng, Pemprov Siapkan Gerakan Pangan hingga Job Fair

Rekomendasi Redaksi