Namun, tingkat kemiskinan Kabupaten Wonogiri masih berada di angka 9,59 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi.
Pemprov Jateng kemudian melakukan pemetaan hingga tingkat kecamatan dan desa untuk menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Dari Wonogiri ini kita petakan lagi kecamatannya. Kecamatan yang masih di atas data Kabupaten Wonogiri mana? Nah, kebetulan di Kecamatan Eromoko ini masih di atas Wonogiri. Sehingga perlu diintervensi,” ujarnya.
Gus Yasin menekankan agar bantuan yang diberikan kepada kelompok usaha benar-benar berkembang dan mampu menghasilkan pendapatan. Dengan demikian, bantuan yang diterima masyarakat dapat berubah menjadi aset produktif.
“Tujuan kita memberikan bantuan kelompok-kelompok usaha bersama ini supaya menjadi income (pendapatan),” katanya.
Ia juga akan memantau perkembangan bantuan tersebut. Jika usaha peternakan kambing yang dikembangkan warga menunjukkan hasil dan mampu dikelola dengan baik, pola bantuan serupa dapat diterapkan kepada kelompok masyarakat lainnya.
Direktur RSJD dr. Arif Zainudin, Setyowati Raharjo, mengatakan program pendampingan di Desa Minggarharjo telah berlangsung sejak Januari 2026.
Tahapan awal dilakukan melalui identifikasi dan survei lapangan untuk mengetahui permasalahan sekaligus potensi yang dapat dikembangkan.
“Yang kami lakukan dari hasil survei dari peternakan, pertanian, UMKM dan kesehatan,” katanya.
Di bidang peternakan, masyarakat mengembangkan sapi, kambing, dan ayam. Namun, pengelolaan pakan masih dilakukan secara konvensional.