Untuk mendukung sektor tersebut, RSJD dr. Arif Zainudin memberikan tiga alat pencacah yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah rumput serta kotoran ternak menjadi kompos.
Sementara itu, sektor pertanian masih bergantung pada curah hujan dengan masa panen utama satu kali dalam setahun.
Ketika musim kemarau tiba, warga menanam sejumlah komoditas seperti jagung, kacang tanah, tembakau, dan melon. Serangan tikus menjadi salah satu kendala yang turut memengaruhi hasil pertanian.
“Dengan adanya pengolahan, pelatihan, pendampingan seperti ini harapannya pertaniannya semakin baik,” ujar Taj Yasin.
Pendampingan juga menyentuh sektor UMKM. Di Desa Minggarharjo terdapat usaha pembuatan rengginang, wayang kulit, dan batik tulis.
Sebagian produk masih mengandalkan pesanan sehingga diperlukan penguatan pemasaran agar mampu menjangkau konsumen lebih luas.
Pada bidang kesehatan, hasil pemetaan menemukan delapan balita berisiko stunting dan tiga baduta mengalami stunting.
Selain itu, terdapat empat warga dengan gangguan kesehatan jiwa yang sebelumnya pernah menjalani perawatan di RSJD dr. Arif Zainudin.
Setyowati menjelaskan, pendampingan dilakukan secara bertahap melalui penyuluhan kesehatan jiwa, pelatihan budidaya kambing, pemberian peralatan dan kebutuhan masyarakat, pendampingan pengajuan proposal KUBE, hingga fasilitasi program CSR.
Kepala Desa Minggarharjo Tri Wiyono menilai berbagai program tersebut membantu desa menangani persoalan masyarakat yang belum seluruhnya dapat ditangani melalui anggaran desa.