KONTENSEMARANG.COM β Peristiwa tanah gerak kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini, bencana tersebut melanda wilayah RT 7 RW 1, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang. Sebanyak 15 rumah warga dilaporkan terdampak, dengan dua rumah harus dibongkar karena mengalami kerusakan berat dan berpotensi roboh.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turun langsung meninjau lokasi pada Rabu (11/2) sore. Dalam keterangannya, ia menyebut kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah Jomblang.
βTerkait relokasi, tentu harus ditemukan tempat yang cukup. Ada yang setuju relokasi, ada yang menolak. Nanti akan didata dulu, mana yang mau dan mana yang tidak,β ujar Agustina.
Pemkot Semarang, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah opsi lokasi relokasi bagi warga terdampak. Namun untuk sementara, fokus utama pemerintah adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak.
βYang paling penting anak-anak yang sekolah harus tetap bisa sekolah. Untuk sementara saya sarankan sebagian warga mengungsi dulu ke sanak saudara,β katanya.
Sebagai langkah antisipasi, wali kota meminta camat dan lurah setempat meningkatkan kewaspadaan, termasuk memasang pengeras suara sebagai sistem peringatan dini. Lokasi terdampak dinilai tidak bisa sepenuhnya ditinggalkan karena sebagian warga masih bertahan.
Terkait kebutuhan anggaran relokasi maupun penanganan jangka panjang, Pemkot Semarang masih melakukan pembahasan lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua RT 7 RW 1 Jangli, Joko Sudaryono, menjelaskan bahwa warga melakukan kerja bakti membongkar rumah yang dinilai membahayakan, sekaligus mengamankan material bangunan yang masih bisa dimanfaatkan.
βTotal ada 15 rumah terdampak. Hari ini yang dibongkar dua rumah yang kondisinya paling parah, milik Bapak Slamet Riyadi dan Bapak Budi Darminto. Sebelumnya ada satu rumah yang roboh sendiri, milik Bapak Supriadi,β jelasnya.
Selain itu, satu rumah milik Supardi mengalami pergeseran struktur cukup parah sehingga harus dikosongkan. Warga yang rumahnya masih relatif aman tetap bertahan, namun dengan kewaspadaan tinggi.