Konten Semarang
Regional

Transformasi Hubungan Industrial Jadi Kunci Hadapi Era AI

KONTENSEMARANG.COM — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan pentingnya peningkatan kualitas hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha agar tidak hanya berhenti pada kondisi harmonis. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, otomasi,...

×
WhatsApp Image 2026-04-05 at 20.15.49

KONTENSEMARANG.COMMenteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan pentingnya peningkatan kualitas hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha agar tidak hanya berhenti pada kondisi harmonis.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, otomasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hubungan industrial perlu bertransformasi menjadi lebih maju agar pekerja tidak tertinggal, sekaligus menjaga pertumbuhan perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional 2026 Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP FARKES) KSPSI di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa hubungan industrial ke depan harus melampaui fungsi menjaga stabilitas, dan berperan sebagai dasar kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan bersama.

“Hubungan industrial harus naik kelas. Tidak hanya harmonis, tetapi juga transformatif, di mana pekerja dan perusahaan menjadi mitra strategis yang tumbuh bersama,” ujar Yassierli.

Menurutnya, perubahan ini menjadi mendesak karena pergeseran struktur pekerjaan akibat digitalisasi.

Bahkan di sektor kesehatan dan farmasi, perkembangan teknologi menuntut pola kerja yang lebih adaptif. 

Oleh karena itu, inovasi harus berjalan beriringan dengan perlindungan tenaga kerja.

“Ketika dunia berbicara tentang IT, otomasi, dan AI, kita harus memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal. No one left behind. Inovasi dan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan pekerja,” katanya.

Yassierli memaparkan bahwa hubungan industrial yang kuat dibangun secara bertahap, mulai dari kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, dilanjutkan dengan komunikasi terbuka, konsultasi dalam pengambilan keputusan, kerja sama dalam penyelesaian masalah, hingga mencapai tahap kolaborasi strategis.

Halaman 1 dari 2