KONTENSEMARANG.COM – Universitas Semarang (USM) resmi melantik 99 pejabat struktural akademik periode 2026–2029 dalam sebuah upacara khidmat di Auditorium Ir Widjatmoko, Jumat (2/1/2026). Pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi USM dalam memperkuat tata kelola akademik sekaligus meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi.
Acara dihadiri jajaran pengurus Yayasan Alumni Universitas Diponegoro, di antaranya Prof Sudharto P Hadi MES PhD selaku Ketua Pembina, Eddy Djoko Pramono SH MH MT sebagai Sekretaris, serta Dr Rr Dian Indriana Trilestari SE MSi Ak CA CRP sebagai Bendahara. Hadir pula anggota pengawas yayasan, dewan penasihat, senat universitas, serta jajaran rektorat USM.
Prosesi dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor mengenai pemberhentian pejabat periode 2021–2025 dan pengangkatan pejabat baru periode 2026–2029. SK dibacakan oleh Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Sri Sumastri SE serta Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Anantya Roestanto SE MM.
Rektor USM, Dr Supari ST MT, memimpin pengambilan sumpah jabatan yang diteguhkan dengan penandatanganan berita acara sumpah jabatan. Prosesi ini disaksikan oleh Eddy Djoko Pramono SH MH MT dan Prof Dr Hardhani Wisiastuti MM Psikolog.
Pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan penandatanganan Pakta Integritas oleh Direktur Pascasarjana, para Dekan, Ketua LPPM, dan Ketua BPM. Penandatanganan ini menegaskan komitmen bersama untuk bekerja secara profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Dalam sambutannya, Rektor USM menekankan pentingnya periode kepemimpinan penuh selama empat tahun.
“Periode ini dimulai Januari 2026 dan berakhir Desember 2029, sehingga merupakan masa jabatan utuh selama empat tahun. Ini penting untuk memastikan kesinambungan program dan pencapaian target strategis universitas,” ujarnya.
Dr Supari juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat periode sebelumnya atas kontribusi yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan kerja sama dan soliditas.
“Agar seluruh pejabat struktural memahami dan menguasai regulasi pengelolaan perguruan tinggi, karena pimpinan struktural menjadi rujukan utama dalam pengambilan kebijakan. Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan hati, menjaga harmoni, serta menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas, transparansi, integritas, dan loyalitas terhadap institusi,” pesannya.