βDugderan diharapkan pada tahun ini menjadi lebih unik berkaitan dengan Imlek, kemudian masa puasa Pra-Paskah bagi teman-teman Kristen Katolik. Sehingga harmoni akan terjadi lebih erat dan Semarang menjadi semakin damai,β ujarnya.
Ia optimistis suasana kondusif dan harmonis yang tercipta melalui Dugderan akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan investasi di Kota Semarang. Di akhir pernyataannya, Agustina menyampaikan ucapan kepada umat Muslim yang bersiap menjalankan ibadah puasa.
βKami berdua bersama Pak Iswar mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman yang muslim,β pungkasnya.
Selain kirab budaya, rangkaian Dugderan 2026 juga diisi dengan penampilan seni tradisional dan pemukulan bedug sebagai simbol datangnya Ramadan sekaligus penegas persatuan dalam keberagaman.