Salah satu wisudawan terbaik, Angelina Intan Maulidya dari Program Studi S1 Teknologi Hasil Pertanian, mengungkapkan rasa harunya saat dipercaya mewakili para lulusan.
“Menjadi wisudawan terbaik dan berdiri di depan Anda semua adalah mimpi yang selalu saya rawat sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya belajar bahwa ketika jatuh harus bangkit lagi, ketika gagal wajib mencoba lagi. Bermimpi setinggi langit tidak pernah salah asalkan didukung doa dan usaha sekuat tenaga,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi MPd, mengingatkan para lulusan agar siap menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif di era transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI).
“Terutama untuk anak-anakku yang S1, kita berkompetisi di waktu yang sama bukan hanya dengan ribuan lulusan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik PTN maupun PTS, tetapi puluhan ribu, sedangkan lapangan pekerjaan tidak bertumbuh secara signifikan, namun lulusan selalu ada,” tuturnya.
Ia menilai generasi saat ini hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi yang serba cepat, namun tetap harus menjaga kemampuan berpikir kritis agar tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi.
“Semuanya dibantu oleh kecepatan digital dan AI. Tinggal kasih prompt langsung dikerjakan oleh AI. Tetapi berhati-hatilah, kita tidak boleh lengah menempatkan digital tersebut dalam kehidupan kita hingga mendominasi apa yang kita lakukan, karena digital bisa menggerus critical thinking kita. Semuanya sudah dijawab sehingga kita menjadi lupa bagaimana menyelesaikan masalah. Tetapi kalau tepat menggunakannya, maka itu akan menjadi baik. Itulah tantangan saat ini,” jelasnya.
Prof Aisyah juga mengajak para lulusan untuk terus belajar dan mempertahankan rasa ingin tahu sebagai modal menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Setelah ini jangan lelah untuk belajar. Jadilah orang yang high curiosity atau memiliki rasa ingin tahu tinggi. Dari inovasi itulah keingintahuan muncul. Namun kita juga harus bijak mengimplementasikan ilmu untuk menyelesaikan masalah di masyarakat sehingga ilmu tersebut benar-benar berdampak,” katanya.
Ia turut memaparkan hasil tracer study lulusan perguruan tinggi swasta di wilayah VI Jawa Tengah yang menunjukkan rata-rata pendapatan lulusan pada sejumlah program studi berada di kisaran Rp5 juta hingga di atas Rp8 juta per bulan.
“Kami dari LLDIKTI memiliki tugas pokok dan fungsi mengawal 216 perguruan tinggi swasta di wilayah VI Jawa Tengah. Mari kita tetap meningkatkan empati kepada masyarakat,” tandasnya.