Sementara itu, alumni USM, Ervina Kristyaningsih SE MM, mengingatkan para lulusan agar tidak semata mengejar gelar akademik dan pendapatan, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan solusi bagi masyarakat.
βIjazah adalah kualifikasi, tetapi dunia kerja membutuhkan orang yang mampu memberikan solusi. Mesin mungkin bisa menghitung lebih cepat, tetapi mesin tidak memiliki integritas dan empati. Masa depan milik orang-orang yang adaptif,β ujarnya.
Rektor USM Dr Supari ST MT turut menekankan pentingnya menempatkan AI sebagai alat pendukung, bukan pengganti kemampuan manusia.
βAI adalah tools, jadikan sahabat untuk menemani bukan mengganti. Masa depan bukan hanya soal teknologi, tetapi critical thinking yang dimiliki setiap individu. Tetaplah bergerak, keep moving keep growing,β kata Dr Supari ST MT.
Ia juga mengajak seluruh lulusan untuk berani mengambil peluang dan aktif memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
βUSM sudah membekali kalian dengan ilmu dan pengalaman. Sekarang saatnya berkiprah di masyarakat, karena kehidupan sesungguhnya dimulai setelah lulus,β lanjutnya.
Ketua Pengurus Yayasan Alumni Universitas Diponegoro, Prof Dr Ir Hj Kesi Widjajanti SE MM, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan.
βPendidikan adalah senjata ampuh untuk kesejahteraan dan mampu mengubah kehidupan. Sukses selalu untuk para wisudawan dan wisudawati,β ujarnya.
Sejak berdiri pada 1987, Universitas Semarang telah meluluskan 55.805 alumni yang terdiri dari 8.503 lulusan Diploma, 44.226 lulusan Sarjana, dan 3.076 lulusan Magister. (*)