Dugderan 2026 Tampil Lebih Meriah dan Inklusif, Pemkot Semarang Hadirkan Konsep Baru Sambut Ramadan

Semarang Sambut Ramadan dengan Pesta Rakyat

Dugderan 2026 Tampil Lebih Meriah dan Inklusif, Pemkot Semarang Hadirkan Konsep Baru Sambut Ramadan
Dugderan 2026 Tampil Lebih Meriah dan Inklusif, Pemkot Semarang Hadirkan Konsep Baru Sambut Ramadan

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 sebagai tradisi menyambut bulan suci Ramadan. Perayaan berlangsung pada 7–16 Februari 2026 dengan konsep baru yang lebih kolosal dan inklusif, mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi”.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, Dugderan tahun ini dirancang tidak sekadar menjadi agenda budaya, tetapi juga ruang kebersamaan lintas suku dan generasi.

"Kita mengenal Dugderan sebagai tradisi, warisan budaya, tetapi tahun ini, kami ingin Dugderan menjadi panggung inklusivitas yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, bagaimana berbagai suku dan lintas usia menyatu dalam satu kesatuan pawai. Inilah identitas Kota Semarang yang terus kita banggakan sebagai rumah bagi harmoni,” ujarnya.

Sejumlah atraksi baru disiapkan untuk memeriahkan karnaval, seperti Rampak Bedug dan drumband Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Kegiatan juga melibatkan lebih banyak komunitas seni lokal.

“Tahun ini, kami juga memberikan sentuhan seni budaya yang lebih kaya dan melibatkan penampil dari berbagai komunitas seni di Kota Semarang. Kehadiran Rampak Bedug dan Drumband PIP juga memberikan nuansa megah yang menyatukan semangat muda dan tua dalam menyambut bulan suci,” lanjutnya.

Untuk mendorong ekonomi rakyat, kawasan Alun-alun hingga Semarang Utara ditata menjadi zona bazar UMKM, wahana permainan, dan panggung hiburan. Pemkot juga menyiapkan rekayasa lalu lintas serta kantong parkir resmi guna mendukung kelancaran acara.

Agustina mengajak warga menjaga ketertiban selama perayaan. “Saya mengajak seluruh warga untuk datang dan merayakannya dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan saling menghormati. Pesan saya, tetap jaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama perayaan. Semoga semangat Dugderan memperkuat persaudaraan, menumbuhkan toleransi, serta membawa berkah bagi masyarakat dan Kota Semarang,” pungkasnya. (*)