Dukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Kodok Tegal

PT Pegadaian Kanwil XI Semarang tanam 1.000 mangrove dan 500 tanaman urban farming di Tegal untuk dukung penghijauan.

Dukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Kodok Tegal
Dukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Tanam 1.000 Mangrove di Pantai Kodok Tegal

KONTENSEMARANG.COM — PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui dukungan program penanaman 1.000 mangrove dan 500 tanaman urban farming di kawasan Pantai Kodok, Kota Tegal, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS). Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersinergi dengan PT Pegadaian Kanwil XI Semarang untuk mendorong gerakan penghijauan, khususnya di kawasan pesisir dan perkotaan.

Dalam kegiatan ini, PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa bantuan 1.000 tanaman mangrove dan 500 tanaman urban farming. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengendalian perubahan iklim serta memperluas ruang terbuka hijau di Kota Tegal.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan penanaman tersebut, di antaranya Wali Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Ketua TP PKK Kota Tegal, jajaran Forkopimda, serta para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tegal.

Dari PT Pegadaian, hadir Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Tegal Ali Mustaat, Pemimpin Cabang PT Pegadaian Tegal Liza Purnamasari, serta Kepala Bagian TJSL Samsul Effendi.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Tegal Ali Musta’at mengatakan, program TJSL ini merupakan bentuk kepedulian Pegadaian terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, perubahan iklim saat ini telah menjadi persoalan nyata yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Ia menyebut, peningkatan suhu, perubahan pola cuaca, hingga berbagai dampak lingkungan lainnya harus direspons melalui aksi bersama antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Pegadaian menilai keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Pegadaian terus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan, penghijauan, pengelolaan sampah, serta edukasi kepada masyarakat.

Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 ini, PT Pegadaian berpartisipasi dengan menyerahkan 1.000 tanaman mangrove dan 500 tanaman urban farming. Dukungan tersebut diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan.

“Sebagai lembaga keuangan pemerintah, kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, mengurangi sampah, menghemat energi, dan menjaga kelestarian alam di sekitar kita. Semoga sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga Kota Tegal menjadi kota yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan,” harapnya.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengapresiasi dukungan PT Pegadaian dalam kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kota Tegal dan PT Pegadaian menjadi langkah penting dalam menekan polusi udara sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.

Dedy Yon menilai, penanaman mangrove di kawasan Pantai Kodok dapat membantu memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan memberikan manfaat positif bagi kelestarian lingkungan pesisir.

“Penanaman pohon dan tanaman sebisa mungkin dilakukan secara rutin, untuk semakin memperbanyak RTH yang ada di Kota Tegal,” ucapnya.

Pemerintah Kota Tegal, lanjutnya, juga akan berupaya menghijaukan kawasan pesisir dari Kaligangsa hingga Pantai Kodok. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan RTH di Kota Tegal yang ditargetkan mencapai 20 persen.

“Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Tegal itu masih kurang dari target kebutuhan. Sehiingga akan diupayakan penanaman mangrove dari Kaligangsa sampai dengan Pantai Kodok dengan harapan memenuhi RTH di wilayah kota Tegal,” tuturnya.

Selain kawasan pesisir, Pemkot Tegal juga mendorong perusahaan, pabrik, real estate, dan pengembang perumahan agar memperhatikan komposisi ruang hijau. Pembangunan kawasan industri maupun perumahan diharapkan dapat memenuhi pola 60:40, yakni 60 persen untuk bangunan dan 40 persen untuk RTH.

Pemkot Tegal juga berencana memperbanyak penanaman pohon di tepi jalan. Dengan langkah berkelanjutan tersebut, kebutuhan RTH sebesar 20 persen diharapkan dapat tercapai dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun.

Pada kesempatan terpisah, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang M Aries Aviani Nugroho menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berlandaskan program ESG.

Ia menyampaikan, PT Pegadaian tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berupaya memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Jawa Tengah dan Kota Tegal.

Melalui kolaborasi tersebut, seluruh pihak berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan menghijaukan kawasan perkotaan semakin meningkat. Gerakan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan bumi yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.