Mudik Gratis Jateng Bikin Perantau Asal Rembang Hemat Ongkos Hingga Rp2,8 Juta
Perantau asal Rembang menghemat hingga Rp2,8 juta berkat program Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 bersama keluarga dari Bandung.
KONTENSEMARANG.COM — Program Mudik Gratis 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan manfaat besar bagi para perantau. Salah satunya dirasakan oleh Muhammad Mukhid (40), warga asal Kabupaten Rembang yang telah lama bekerja di Bandung.
Wajah Mukhid tampak sumringah saat menunggu keberangkatan di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara Bandung pada Senin, 16 Maret 2026. Setelah 15 tahun merantau sebagai pembuat pelat nomor kendaraan, tahun ini menjadi momen pertama baginya merasakan fasilitas mudik gratis dari pemerintah.
Selama ini, ia harus mengeluarkan biaya cukup besar setiap kali ingin pulang ke kampung halaman di Rembang.
“Biasanya pakai bus (umum). Satu orang itu tiketnya bisa Rp550 ribu sampai Rp700 ribu. Itu baru satu orang,” ujar Mukhid saat berbincang di sela keberangkatan.
Pada mudik Lebaran tahun ini, Mukhid tidak pulang sendirian. Ia membawa serta istri dan dua anaknya. Jika menggunakan bus komersial seperti tahun-tahun sebelumnya, biaya perjalanan keluarganya bisa mencapai jutaan rupiah.
Dengan tarif tiket yang berkisar Rp550 ribu hingga Rp700 ribu per orang, Mukhid memperkirakan ia harus menyiapkan dana sekitar Rp2,2 juta hingga Rp2,8 juta hanya untuk satu kali perjalanan menuju kampung halaman.
Program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat biaya tersebut bisa dihemat. Uang yang seharusnya digunakan untuk tiket perjalanan kini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga saat Lebaran di kampung.
“Ini satu keluarga berempat. Saya, istri, sama dua anak. Berarti menghematnya lumayan banyak sekali. Sangat membantu kami,” tuturnya dengan nada lega.
Selain penghematan biaya, Mukhid juga mengaku puas dengan fasilitas yang disediakan dalam program tersebut. Menurutnya, proses pendaftaran tidak rumit dan pelayanan yang diberikan kepada peserta cukup baik.
“Kesan pertama ya enak, enggak ribet. Fasilitasnya cukup bagus. Harapannya semoga program ini tambah lancar, berkah buat yang mengadakan, dan manfaat buat kita semua,” tambahnya.
Harapan dari Pemerintah Provinsi
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir langsung melepas keberangkatan para pemudik dari Bandung juga menyampaikan doa dan harapan bagi para perantau yang pulang kampung.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu berharap perjalanan para pemudik berjalan lancar dan mereka bisa bertemu keluarga dalam kondisi sehat.
“Saya doakan perjalanannya bahagia, ketemu dengan keluarga dengan sehat. Semoga ini benar-benar bisa mengobati rasa kangen Bapak Ibu sekalian,” ujar Gus Yasin.
Menurutnya, momen mudik juga menjadi kesempatan bagi para perantau untuk kembali mengisi energi setelah lama bekerja jauh dari keluarga.
“Harapannya, mereka nantinya semangat lagi untuk bekerja mencari rezeki di perantauan setelah bertemu keluarga,” pungkasnya.
Program mudik gratis Pemprov Jawa Tengah tahun ini memang diarahkan untuk membantu masyarakat dengan kondisi ekonomi tertentu. Peserta yang diprioritaskan antara lain buruh lepas, pedagang kecil, hingga pelaku usaha mikro.
Dari total 1.142 pemudik asal Jawa Tengah yang berangkat dari wilayah Bandung Raya, sekitar 31,4 persen merupakan buruh lepas. Sementara 35,6 persen lainnya berasal dari kalangan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM.
Adapun peserta lainnya berasal dari berbagai profesi seperti guru mengaji, karyawan, asisten rumah tangga, pengemudi ojek online, hingga mahasiswa.
kontensemarang